Biaya Kuliah di Unsika Mahal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Biaya Kuliah di Unsika Mahal

Biaya Kuliah di Unsika Mahal

Written By ayah satria on Sabtu, 04 Februari 2017 | 21.00.00

KLARI, RAKA - Persoalan mahalnya  biaya kuliah di Universitas Singa Perbangsa Karawang yang sempat dikeluhkan orang tua di wilayah Kecamatan Klari, kini menuai titik terang. Ternyata pihak Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) sendiri tidak menampik jika biaya pendidikan  di kampus itu terbilang mahal.
jika mahasiswa/i tersebut mendaftar di golongan reguler. Maka dari itu, mahalnya, biaya kuliah yang mesti dibebankan Mahasiswi asal Klari tersebut dikarenakan dirinya berada di jalur Golongan Reguler. mahal ketimbang pembayaran kuliah di Swasta. Selain itu, tertutupnya transparasi rincian perhitungan biaya dikarenakan, rincian tersebut sudah ditentukand ari pihak Kementerian Pendidikan.
"Kalau rincian biaya di swasta pasti ada rinciannya, tapi untuk di Negeri itu tidak. Dan harganya pun memang mahal karena,Sebenarnya, pembayaran yang berbeda beda itu, karena adanya golongan kategori, adapun untuk mahasiswi yang  pembayarannya mahal  itu, karena masuk ke golongan regular, tapi kalau dia masuk golongan beasiswa pasti tidak semahal itu, dan untuk Cintia Khoerunisa mahasiswi yang berasal dari wilayah Kecamatan Klari dia masuk golongan Regular jadi biayanya mahal, sedangkan untuk transparansi rincian pembiayaan itu sudah bagian atas yang mengatur yaitu dari menteri, dan ini juga semua kampus negeri sama biayanya,,” ujar Een Nurhasanah Kordinator Bidang Program Studi Pendidikan  Sastra Bahasa Indonesia, saat mengklarifikasi perihal pemberitaan Mahalnya biaya kuliah yang tidak transparan pembayarannya, Kemarin (3/2).
Menurutnya, untuk rincian biaya hingga mencapai angka pembayaran tersebut, hal itu tidak dapat secara transparansi seperti halnya pembayaran kuliah di swasta. Karena,  kebijakan tersebut sudah ditetapkan dari pusat atau menteri pendidikan. “Kalau untuk rinciannya, kan Unsika Ini sudah Negeri, jadi untuk rinciannya itu sudah ditetapkan dari menterinya, semua Universitas negeri semuanya sama, itu pun dengan pembayaran segitu mahasiswa/I sudah tidak adanya pembayaran apalagi, total Rp. 4.8 juta itu dari kesuluruhan biaya,” katanya.
Maka dari itu, jadi jika memang pihak keluarga tidak Cintya Khoerunisa mahasiswi yang berasal dari wilayah Kecamatan Klari tidak menyanggupinya, maka hal itu bisa mengikuti jalur beasiswa dengan ketentuan yang berlaku. “Memang sebelumnya juga kami sudah sosialisasikan, jika untuk biaya regular pembayarannya sekian dan ada juga jalur beasiswa," ucapnya.
Ketika ditanyai perihal status gedung yang saat ini menempati di Universitas Buana Perjuangan (UBP), dirinya menegaskan, saat ini sedang menunggu proses pembangunan kampus Unsika yang ditargetkan tuntas di tahun 2030. Hal tersebut keberadaan pengajaran tidak selama nya di kampus lain. "Ini sementara, jadi bukan menumpang sipatnya, karena kami sudah ada desain kampusnya tinggal menunggu pembangunannya saja, rencana 2030 nanti, karena kan butuh proses," tegasnya.
dia menambahkan, agar seluruh masyarakat yang berada diwilayah Kabupaten Karawang, jika adanya pembiayaan yang dinilai tinggi. dapat melihat dan dipertanyakan kembali kejelasannya. Karena kwatirnya, biaya tersebut merupakan biaya yang masuk ke golongan golongan yang lain. "Jadi nanti bagi warga, diharapkan tanya langsung ke kampus jika memang tidak sanggup itu bisa pindah golongan, saratnya dengan bukti Surat Keterangan tidak Mampu (SKTM) dan untuk beasiswa bisa didapat jika nilai Indek Prestasi (IP) 3,2 dan aktif di organisasi mahasiswanya," katanya.
Disamping itu, saat di konfirmasi kembali Lili Sukarli Ayah Cintya Khoerunisa Mahasiswi Unsika Semester 1 Jurusan Sastra Bahasa Indonesia menyampaikan, jika memang biaya kuliah di Negeri lebih mahal ketimbang di Swasta, Maka dengan pembiayaan tersebut sangat tidak mampu untuk pembayarannya. "Memang kami tidak tahu kalau anak saya itu masuk golongan reguler atau apalah itu namanya, karena yang saya tahu anak saya mendapat undangan dari kampus itu, dan daftar saja. Jika memang masuk golongan reguler yang pembayarannya jujur saya tidak sanggup, maka ada keringan dari pihak kampus nantinya," ucap dia.
Namun, ketika di jelaskan, lili menyampaikan, jika memang bisa dilakukan penangguhan atau perubahan golongan bagi anaknya tersebut. Maka hal itu akan ditempuhnya. Karena, dia mengaku, penghasilannya yang dibawah UMR sangat tidak logis jika harus membayar biaya kuliah yang diatas UMR tersebut. "Saya gajih di desa paling juga 1.2 juta untuk honor saya, ini sekarang biaya anak saya mahal banget, jadi kalau memang ada cara untuk meringankannya, maka itu pasti saya akan lakukan, supaya anak saya bisa melanjutkan sekolahnya," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template