Bencana Ancam Pasirmunjul - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bencana Ancam Pasirmunjul

Bencana Ancam Pasirmunjul

Written By Mang Raka on Senin, 13 Februari 2017 | 18.00.00

- Tebing Setinggi 35 Meter Longsor

SUKATANI,RAKA - Hujan yang mengguyur wilayah Sukatani dan sekitarnya mengakibatkan tebing setinggi 35 meter milik perkebunan Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta di Kampung Sukamulya, Desa Pasirmunjul longsor.
Meski berada tak jauh dari pemukiman penduduk,  untungnya tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Menanggapi peristiwa itu, Kepala desa Pasirmunjul Hilman Nurzaman, menginstruksikan jajarannya untuk siaga satu tanggap bencana alam. Pasalnya, beberapa kampung di wilayahnya rentan bencana longsor. "Semua aparat desa sudah saya kumpulkan untuk siaga satu tanggap bencana," ujar Hilman, kepada Radar Karawang, Minggu (12/2).
Kades menjelaskan, peristiwa longsor di Kampung Sukamulya, RT 04, RW 01 itu, terjadi pada saat malam hari itu, bukan kali pertama terjadi. Tanah labil ditambah cuaca ekstrim menjadi penyebab tertutupnya areal perkebunan warga. "Ada dua rumah di bawah tebing itu untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sementara kita evakuasi dulu," ujar kades.
Di tempat terpisah, Camat Sukatani Panji Sarizaman mengatakan, pihaknya telah meminta para kades untuk memantau wilayah masing-masing. Sebab, beberapa desa di wilayah Kecamatan Sukatani tergolong rawan bencana di musim hujan. "Karena longsor bisa saja terjadi kapan saja, apalagi wilayah Sukatani masuk zona merah yaitu rawan bencana alam," tutur Panji.
Camat menyebut beberapa desa rawan longsor itu meliputi, Desa Cianting, Desa Panyindangan, Desa Cijantung, Desa Sukajaya, serta Desa Pasirmunjul. "Kepala desa harus cepat respon dan waspada apalagi curah hujan beberapa pekan terakhir cukup tinggi," kata dia.
Hal itu dilakukan, karena menurut Panji, beberapa desa di Sukatani memiliki karakteristik tanah labil dan sering  longsor. Karena jenis tanahnya adalah tanah lempung yaitu saat terkena panas akan seperti pasir dan saat hujan mudah terbawa arus air. "Kita lakukan pencegahan jangan sampai ada korban jiwa,'' kata dia.
Salah satu upaya mencegah atau mengendalikan penyebab terjadinya tanah longsor kata Panji, adalah dengan program penghijauan, yang dilakukan secara tempat pada lereng - lereng daerah aliran sungai rawan longsor. "Semua elemen baik pemerintah desa serta masyarakat untuk berperan dalam pencegahan bencana alam,'' pungkasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template