Baru Lima Tahun Sudah Ambruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Baru Lima Tahun Sudah Ambruk

Baru Lima Tahun Sudah Ambruk

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Februari 2017 | 12.00.00

-Siswa SDN Ciptamargi II Diliburkan

CILEBAR, RAKA - Pemerintah Kabupaten Karawang harus bergerak cepat memperbaiki bangunan sekolah reot. Pasalnya, sekolah ambruk bukan satu atau dua kali terjadi. Sudah sangat sering. Terbaru terjadi di SDN Ciptamargi II, Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar.
Diduga rangka atap dan plafonnya tidak kuat menahan genting yang terlalu berat, atap sekolah yang dibangun tahun 2012 tersebut tiba-tiba ambruk, Rabu (1/2) pagi. Beruntung, kejadian mengerikan itu terjadi sebelum jam pelajaran dimulai.
Menurut keterangan warga Desa Sukaratu, Dede Fahruroji, atap SDN II Ciptamargi ambruk karena kerangka atapnya tidak kuat menahan beban genting. Walaupun kerangka atap dan plafon terbuat dari baja ringan dan dipasang 5 tahun lalu. "Kerangkanya itu baru dipasang sejak tahun 2012 lalu, dengan baja ringan pula. Mungkin karena anginnya yang terlalu besar dan beban genting terlalu berat," katanya kepada Radar Karawang.
Ia tidak diketahui secara pasti ambruknya pukul berapa, namun sebelum para pelajar masuk memulai jam pelajaran, bangunan SD tersebut sudah terlihat rusak. "Setelah tahu sekolah rusak, Camat Cilebar langsung melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujarnya.
Kepala SDN Ciptamargi II, Rahmat S.Pd mengatakan, kondisi bangunan SDN Ciptamargi II memang memprihatinkan, dan bisa mengancam siswa atau guru yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. Untungnya saat peristiwa ini terjadi, tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Rahmat mengaku konstruksi bangunan tidak layak bahkan berbahaya buat siswa ataupun guru. Alasannya, atap atau genting terbuat dari tanah liat, sedangkan rangka penahannya terbuat dari baja ringan. Akibatnya ketika hujan terus menerus, atap genting menjadi lebih berat sehingga rangka penahan genting tidak mampu untuk menahan sehingga ambruk. Apalagi dinding bangunan banyak yang retak-retak hampir di sekeliling bangunan sekolah. "Sekolah ini dibangun tahun 2012, tapi konstruksinya saya rasa tidak pas karena rangkanya dari baja ringan, tapi atapnya dari genting tanah liat," timpalnya
Sekcam Cilebar Kurnaen menambahkan, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Atap SDN Ciptamargi II ambruk diduga akibat angin kencang disertai hujan, yang mengguyur desa tersebut sekitar pukul 04.00 WIB. "Merobohkan 3 ruangan kelas, yakni ruang kepala sekolah, ruang kelas 1 dan 2. Lebih tepatnya saya kurang tahu," ungkapnya.
Ia melanjutkan, kejadian ini baru pertama kali. Ia mengimbau kepada pengelola bangunan harus berada di Kecamatan Cilebar, harus benar-benar teliti saat mendirikan bangunan. Apalagi di kawasan pendidikan yang notabene dihuni banyak pelajar. "Berhati-hati dan lebih teliti lah, gunakan standar yang ada. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali," urainya.
Akibat peristiwa itu, seluruh pelajar diliburkan. Dan sebelum bangunan pengganti selesai, para pelajar menggunakan kelas secara bergantian.(mg3)




Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template