Bantuan PIP tak Utuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bantuan PIP tak Utuh

Bantuan PIP tak Utuh

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Februari 2017 | 13.00.00

- Orangtua Siswa Satap Darangdan Kecewa

PURWAKARTA,RAKA - Kembali, kabar tak sedap mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta. Kali ini, soal dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam Program Indonesia Pintar (PIP) di SD-SMP Satu Atap (Satap) 3 Depok, Kecamatan Darangdan.
Kasus ini terungkap dari keluhan orangtua siswa. Mereka sebagian besar tidak terima bantuan dari pemerintah pusat untuk meringankan beban pendidikan siswa kurang mampu, itu diduga disunat oknum pihak sekolah, masing-masing siswa yang mendapat pencairan PIP bervaratif, mulai dari Rp250 ribu untuk kelas I,II,III SD dan kelas IV-VI mendapat Rp450 ribu sementara siswa SMP Rp750 ribu. "Untuk yang mendapat Rp250 ribu dipotong Rp50 ribu dan yang mendapat Rp450 ribu dipotong  Rp100 ribu, sementara yang mendapat Rp750 ribu dipotong SMP Rp 150 ribu. "Ya, diminta oleh pihak sekolah, siapa lagi," kata salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan, kemarin.
Adapun, jumlah siswa yang mendapat bantuan PIP di sekolah tersebut seluruhnya 112 orang. Uang dari PIP dibagikan oleh pihak sekolah kepada seluruh orangtua siswa yang berhak menerima. Sebelum diberikan guru memberikan pemahaman tentang PIP yang sebelumnya bernama program Bantuan Siswa Miskin (BSM). "Katanya, bantuan itu diberikan setiap dua kali dalam satu tahun. Tapi, nilainya tidak diberikan semua, ada potongan. Kami punya rekamannnya saat guru itu menjelaskan bantuan PIP yang diberikan harus dipotong. Potongan itu katanya untuk keperluan operasional dan lain-lain," tuturnya.
Kondisi ini banyak dikeluhkan orang tua siswa. Apalagi, siswa penerima PIP sebagian tidak tepat sasaran. Ada sebagian siswa yang masih masuk dalam kategori keluarga mamp mendapat bantuan itu. "Datanya mungkin tidak palid, jadi sebagian tidak tepat sasaran," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Radar Karawang belum mendapat keterangan resmi dari pihak SD-SMP 3 Satu Atap Depok maupun Dinas Pendidikan setempat.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah orangtua siswa mengeluhkan adanya pembelian fasilitas untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dibebankan kepada seluruh siswa di SMAN 1 Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Kondisi ini dianggap memberatkan, terlebih nilai pungutan untuk setiap siswa cukup besar dan harus dilunasi secepatnya. Dari informasi yang dihimpun Radar Karawang, untuk setiap orang siswa kelas X dan kelas XI di SMAN 1 Pasawahan itu diminta iuran sebesar Rp450.000 dan siswa kelas XII Rp550 ribu. Uang itu untuk pengadaan komputer dan fasilitas lainnya demi kelancaran pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini di 2017. "Katanya harus begitu karena tahun sekarang UN-nya beda, harus pakai komputer. Sementara sekolah tidak mampu membeli, jadi kami orang tua siswa yang harus iuran," ungkap salah seorang orang tua siswa yang meminta namanya tidak dikorankan. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template