Abaikan Bahaya, yang Penting Gembira - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Abaikan Bahaya, yang Penting Gembira

Abaikan Bahaya, yang Penting Gembira

Written By ayah satria on Sabtu, 11 Februari 2017 | 14.00.00

JAYAKERTA, RAKA - Ada kebanggan dan kesenangan tersendiri bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 1 Jayakerta, saat bisa duduk di atas mobil, tentu saja kebanggannya itu tidak sebanding dengan bahaya yang sewaktu-waktu mengancam nyawanya. Anehnya, pihak sekolah seolah tutup mata dengan perilaku membahayakan tersebut.
Warga Desa Kemiri Asep (44) mengatakan, tanpa disadari hal seperti itulah yang bisa memicu keributan ataupun tawuran antar siswa, pasalnya bukan tidak mungkin ketika berpapasan dengan siswa lain ego siswa akan naik dan saling ledek. Kalaupun tawuran tidak terjadi seketika itu juga, namun biasanya siswa akan mengingat asal sekolahnya. "Dasar bocah asal seneng aja, gak tau kalau keselamatannya lagi terancam, dan Kalo menurut saya gaya seperti itu yang bisa meicu keributan siswa," katanya kepada Radar Karawang, Jumat (10/2) kemarin.
Sikap dan tingkah laku siswa dalam pergaulan memang berbeda-beda, sambung dia, tergantung dari lingkungan dan ketegasan seorang guru di sekolah yang membinanya. Dengan psikologis siswa tingkat SMP yang dinilai masih labil, tentu saja masih banyak membutuhkan banyak bimbingan dan penanaman kedisiplinan yang ekstra, agar siswa terbiasa mempraktekannya meskipun berada di luar lingkungan sekolah. "Harusnya guru itu tegas kalau ada anak yang berperilaku seperti itu, kalau didiamkan mereka akan lebih brutal, karena psikologisnya masih labil dan membutuhkan bimbingan," ujarnya.
Selain itu, peran dan fungsi orangtua juga dinilai sangat penting dalam mendampingi pertumbuhan siswa, bukan hanya di sekolah, pendidikan dasar dan tata cara bersikap siswa dimulai dari rumah di mana ia diberangkatkan. Maka dari itu untuk memajukan dan menyeimbangkan perkembangan siswa butuh beberapa unsur pendukungnya, selain di didik di sekolah dengan berbagai macam cara dan proses pembelajaran, peran orangtua juga dinilai sangat berperan penting.
Ditempat yang berbeda, warga lainnya, Hambali menambahkan, peran aktif orangtua dalam membina siswa sangat dibutuhkan. Pasalnya siswa juga membutuhkan sosok orangtua yang mengerti dengan keadaannya di sekolah. Orangtua harus ikut aktif dalam mendidik anak, jangan hanya puas dengan memberikan uang jajan dan memenuhi segala kebutuhan anak. "Orangtua harus bisa mengerti kegelisahan anak disekolah itu seperti apa, agar terjlain komukasi antara siswa dan anak, serta mengubah pandangannya dari hal negaif ke hal yang positif," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template