70 Pengawas SD Minta Mobil Dinas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 70 Pengawas SD Minta Mobil Dinas

70 Pengawas SD Minta Mobil Dinas

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Februari 2017 | 23.25.00

TEMPURAN, RAKA - Sebanyak 70 dari 114 Pengawas pendidikan PAUD/SD di Karawang, belum mendapatkan kendaraan operasional sejak Pemerintahan Ade Swara tahun 2012 memimpin. Berbeda dengan pejabat fungsional lainnya, seperti penyuluh pertanian dan KB, para pengawas yang sehari-hari mengurusi administrasi dan pelaporan di sekolah-sekolah ini masih belum jelas kapan mendapati kendaraan bermotor berplat merah tersebut.

Pengawas UPTD Pendidikan Kecamatan Tempuran, Hj Eni Endah Hendaryanti S.pd mengatakan, pengawas terakhir mendapati kendaraan roda dua dari Pemkab adalah sejak tahun 2013, sementara sampai saat ini, jumlah pengawas dari 114, sekitar 70 orang lainnya belum memilikinya, kecuali sesekali ada yang pensiun baru kendaraan itu di oper kepada yang belum. Dirinya dari Cilamaya Wetan, bolak-balik tugas ke kantor dan ke sekolah-sekolah di Tempuran, lebih mengandalkan kendaraan pribadi saja, pihaknya berharap, Pemkab bisa realisasikan kekurangan kendaraan operasional tersebut bagi pengawas. "Kecuali ada yang pensiun, baru dialihkan kepada yang belum mendapati kendaraan, kita berharap ada yang baru dan bisa direalisasikan Pemkab," ungkapnya.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Karawang, Dadang Hermawan mengakui, dari 114 pengawas, tinggal 70 orang lagi yang belum mendapati kendaraan operasional, terakhir diberikan sekitar tahun 2013 bersama fungsional lainnya seperti Penilik dan Pengawas SMP dan SMA. Hingga sejauh ini, belum ada lagi operasional kendaraan bagi pengawas, padahal melalui kelembagaan KKPS diakui Dadang, sudah diperjuangkan dan di ajukan. Karena, melihat hitung-hitungan, 70 orang dikalikan Rp 10 juta saja harga perunitnya, Pemkab hanya perlu anggarkan Rp 700 juta saja untuk pengadaan kendaraan bagi pengawas, namun sayangnya, sampai dengan saat ini belum jelas kapan bisa ada realisasi lanjutannya. "Kita sudah usulkan, jenis mah gak disebutin, yang penting ada saja, alhamdulillah, transport pengawas tidak ada, kan elok juga kalau diberi kendaraan operasional mah," ujarnya.
Lebih jauh Ia menambahkan, bagi pengawas yang belum dapat motor, hanya mengandalkan warisan dari pengawas yang pensiun saja. Jujur diakui Dadang, keberadaan kendaraan operasional desa ini sangat memudahkan mobilitas kerja para pengawas. Sebagai pembanding saja dengan pejabat Fungsional lainnya, pengawas memang kurang menjadi prioritas karena memang jumlahnya banyak, sementara yang lain jumlahnya lebih sedikit. "Mungkin karena jumlah pengawas  terlalu banyak, jadi belum di pos kan prioritas," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template