20 Puskesmas Induk Diakreditasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 20 Puskesmas Induk Diakreditasi

20 Puskesmas Induk Diakreditasi

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Februari 2017 | 15.00.00

TEMPURAN, RAKA - Selain transisi perubahan status Puskesmas mejadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), UPTD Puskesmas induk sebagai pusat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), siap-siap digarap asesor akreditasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sepanjang tahun ini.
Selain dituntut memenuhi 3 indikator, bangunan Puskesmas lengkap dengan Poned dan DTP juga harus sesuai standar Permenkes 75 tahun 2014.
Kepala Puskesmas Tempuran Surisno SKM mengatakan, puskesmas yang dipimpinnya bersama 19 puskesmas lainnya akan diakreditasi tahun ini secara bertahap dimulai pada April hingga Desember.
Dia mengaku, kematangan untuk menyambut akreditasi dari Kemenkes tersebut sudah dalam proses persiapan di puskesmas. Karena, akan ada 3 indokator yang menjadi penilaiannya. Antara lain Usaha Kesehatan Perorangan (UKP), Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Administrasi Puskesmas.
Semuanya, berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan pasien saat menggunakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). "Ada 20 Puskesmas yang bakal diakreditasi, 1 diantaranya ya kita, Tempuran," ungkapnya.
Diakui Surisno, rata-rata, puskesmas yang akan digarap akreditasi tahun ini adalah puskesmas induk yang sudah memiliki DTP dan Poned. Hanya saja, untuk Tempuran, kalau urusan pemenuhan administrasi masih bisa disiasati dengan pedoman yang ada, namun dirinya tidak menjamin kemulusan akreditasi di sarana prasarana yang dimiliki Puskesmas Tempuran. Sebab fisik bangunan masih model bangunan lama, bahkan sebagai Puskesmas pertama yang memiliki Poned dan DTP di tahun 1990an.
Sehingga, ruang-ruangan yang ada seperti ruang perawatan hingga laboratorium, kebanyakan masih belum bisa memenuhi standar kualifikasi yang sesuai Permenkes 75 tahun 2014. Baik tata ruang, desain, zona-zona faskes, hingga akses-aksesnya. "Dokumen sih masih bisa disesuaikan, sementara bangunan yang merupakan hal yang dasar kenyamanan pasien, kita masih lemah karena jauh dari standar permenkes," ungkapnya.
Jika semuanya sempurna, utamanya fisik seperti Puskesmas lainnya seperti Batujaya dan Lemahabang misalnya, dirinya yakin mampu memenuhi standar tersebut. Tapi bagi Tempuran, belum semuanya bisa dikatakan sempurna, apalagi sejak ada Poned dan DTP. Dua ruangan itu sama sekali belum ada rehab, karena kabar yang diterimanya baru masuk di tahun 2018 mendatang.
Jika saja tak memenuhi sesuai standar asesor, maka Puskesmas Tempuran harus mengulang lagi akreditasi di tahun-tahun berikutnya. Untuk itu, persoalan ini menjadi kewibawaan puskesmas, karena hasilnya nanti ada dasar, madya dan paripurna.
Karena biar bagaimana pun, pelayanan BPJS harus pada layanan kesehatan yang sudah terakreditasi. "SDM personel dan fisik ini yang menjadi kendala, semuanya harus dimatangkan," pungkasnya.
Senada dikatakan Kasubag TU UPTD Puskesmas Lemahabang Anwar Sanusi. Menurutnya, menjelang akreditasi pihaknya menyiapkan dokumen internal dan eksternal untuk kelengkapannya. Soal kendala fisik, sebenarnya sama dengan puskesmas lainnya, namun juga sedang dilengkapi agar indikator penilaian akreditasi tetap optimal. "Kita siapkan segala sesuatunya, dokumen dan sarana tengah kita lengkapi," pungkasnya. (rud)



Puskesmas yang Diakreditasi:
-Puskesmas Batujaya
-Puskesmas Pakisjaya
-Puskesmas Ciampel
-Puskesmas Kutawaluya
-Puskesmas Purwasari
-Puskesmas Loji
-Puskesmas Jomin
-Puskesmas Jayakerta
-Puskesmas Cibuaya
-Puskesmas Tunggakjati
-Puskesmas Medangasem
-Puskesmas Rawamerta
-Puskesmas Balongsari
-Puskesmas Lemahabang
-Puskesmas Pedes
-Puskesmas Nagasari
-Puskesmas Gempol
-Puskesmas Telagasari
-Puskesmas Tempuran
-Puskesmas Jatisari
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template