Target UNBK Ditambah Jadi 100 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Target UNBK Ditambah Jadi 100 Persen

Target UNBK Ditambah Jadi 100 Persen

Written By ayah satria on Jumat, 27 Januari 2017 | 17.15.00

TEMPURAN, RAKA - Perubahan target 100 persen Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari sebelumnya hanya 85 persen pada April mendatang, membuat sekolah penyelenggara UNBK kalang kabut. Pasalnya, dengan target tersebut sama artinya UNBK wajib disemua SMA/SMK tanpa terkecuali, sementara fasilitas yang ada belum mencukupi.
Wakasek Kurikulum SMAN 1 Tempuran, Melvi Andayani S.pd mengatakan, UNBK ternyata bukan ditarget 85 persen saja pelaksanaannya di Jabar, sebab laporan terakhir mutlak harus digelar di semua SMA/SMK 100 persen tanpa kecuali. Alih-alih syarat 40 unit komputer saja sudah layak menggelar UNBK dan ikut gabung dengan SMK sesuai pemetaan jika terjadi kekurangan dengan syarat jaraknya tak kurang dari 5 Kilometer, justru UNBK yang dipaksakan ini sarana prasarananya jauh panggang dari pada api, utamanya di wilayah-wilayah jauh dari perkotaan.
Di SMAN 1 Tempuran misalnya, peserta UN tahun ini terdaftar 343 siswa, sementara jumlah komputer hanya 40 unit, itu artinya sangat jauh dari kekurangannya. Jikapun ikut gabung dengan SMK, tidak ada SMK terdekat dengan fasilitas yang lebih. Kondisi ini yang dikeluhkan, karena sekolah diakuinya belum ada kesiapan. Jika dihitung-hitung pembelian alat saja seperti komputer, server 4 unit dan kabel-kabel jaringannya saja bisa menelan biaya Rp 400 jutaan, soal ini harus menjadi tanggungjawab Pemprov yang ingin memberlakukan UNBK 100 persen. "Selain Kurtilas dan Full day, kita berpikir lagi demi kelancaran UNBK April mendatang, sarana prasarananya sangat masih kurang, masa peserta UN Kelas XII 343 orang, kita baru punya 40 komputer," Ujarnya.
Wakasek Humas, Asep Suherman mengatakan, UN tidak lagi mmbuat cemas siswa, karena hasilnya tidak sepenuhnya menentukan kelulusan. Tapi yang membuat psikologisnya terganggu adalah pelaksanaan UNBK ini, selain pakai durasi, juga SDM Komuterisasi yang belum sepenuhnya di kuasai,  apalagi jika digelar gabungan di sekolah lainnya. Sebenarnya, sambung Herman,  SMAN 1 Tempuran, sebelumnya komplain ketidaksiapan, karena bisa diajukan tertulis dengan alasan beragam pertimbangan utamanya sarana, sayangnya secara mendadak pula, Pemprov mengabari lagi bahwa pelaksanaan UNBK di Jabar tidak lagi 85 persen, tetapi sudah harus 100 persen tahun ini, sama dengan Jawa Timur. Otomatis, ajuan ketidaksiapan itu tidak berlaku lagi dan semua SMA/SMK sudah wajib UNBK. "Awalnya memang 85 persen, eh dirubah harus 100 persen semua SMA/SMK UNBK semua, awalnya kita tidak siap, sekarang ya semoga ada jalannya yang terbaik," ujarnya.
Kepala SMAN 1 Tempuran, Dudi Mulyadi SY mengatakan, mematok pemberlakuan UNBK 100 persen pada SMA/SMK yang sarananya masih belum sempurna adalah program pemaksaan. Memang, secara efisiensi, biaya UNBK ini lebih hemat, karena tidak lagi melibatkan percetakan, pembelian atk soal dan distribusinya. Tapi, untuk apa UNKB jika hasil nilainya tidak otomatis langsung diketahui ? Apa bedanya manual dengan UNBK kalaui demikian. Dikota mungkin pemetaannya tidak ada masalah jika saranaprasarana kurang masih tesedia SMK terdekat, tapi kalau dipelosok apakah memungkinkan.
Soal Komputer itu hal yang sepele, namun apakah soal Jaringan dan listrik bisa menjamin lancar. Karenanya, menjawab semua itu, Pemprov harus bertanggungjawab baik sarananya maupun nominal yang harus di cover dalam pelaksanaan UNBK ini, sebab UNBK ini mnjadi program andalannya yang harus tuntas 100 persen tahun 2017 ini," Oke kita siap UNBK, tapi kita juga minta kejelasan kapan sarana bisa dilengkapinya, baik alat atau nominalnya kita tunggu, kan yang maun UNBK itu pemerintah, bukan sekolah," Ujarnya.
Lebih jauh Dudi menambahkan, selain alat sarana prasarananya, Protor, Operator, Teknisi dan Pengawas juga harus dipikirkan matang selama UNBK dilangsungkan. Dirinya hanya berharap selain rasio pengadaan komputer yang harus disempurnakan, pendanaan juga dimintanya agar diperjelas demi kelancaran persiapan UNBK ini, sebab sampai hari ini, belum ada arahan harus sampai kapan sarana itu sudah lengkap karena ada simulasi, dan harus sampai kapan anak peserta UN ini dibintek. "Rasionya saja dipenuhi sempurna, kita tidak mau ambil pusing, sok saja pendanaannya disiapkan Pemprov," ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template