Santri dan Ulama Kembali Turun ke Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Santri dan Ulama Kembali Turun ke Jalan

Santri dan Ulama Kembali Turun ke Jalan

Written By Mang Raka on Senin, 23 Januari 2017 | 13.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Kembali, ribuan masyarakat Purwakarta turun ke jalan menggelar aksi damai. Kali ini Parade Tauhid tersebut bertemakan aksi bela Islam dan ulama, penjarakan penista agama serta bersihkan Purwakarta dari maksiat dan syirik, Minggu (22/1)
Acara parade tauhid jilid III tersebut dimulai sekira pukul 7.00 WIB, massa berkumpul di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Veteran, kemudian long march menuju daerah Pasar Rebo Purwakarta. Sepanjang perjalanan suara takbir dan shalawat terus dikumandangkan ribuan santri dan ulama selain itu para peserta long march juga meneriakan yel-yel sembari membentangkan spanduk dengan berbagai tulisan. "Ini bukan sekedar aksi tetapi momentum kebangkitan umat Islam sekaligus menjadi tolak ukur umat islam,'' kata H. Ahmad, salah satu peserta aksi damai, kepada Radar Karawang.
Dia mengatakan, aksi turun ke jalan bersama para ulama pondok pesantren beserta santri dan ormas Islam ini, dilakukan merupakan sebagai bukti solidaritas umat muslim Purwakarta. "Aksi ini merupakan bukti keseriusan kami untuk membela Islam, membela Al Quran, dan membela para ulama dan habaib. Kita tidak rela agama kami dihina, Al Qu'ran kami dinista," tegasnya.
Senada di atas juga diungkapkan, Ibrahim (30), peserta aksi damai lain, ia mengaku bangga bisa turut andil dan berkumpul dalam Parade Tauhid jilid III tersebut.
"Kami tidak rela habaib dan ulama  dzolimi,'' ujarnya di iringi takbir peserta aksi long march lain.
Sementara Ketua Manhajus Solihin Purwakarta KH Muhamad Syahid Joban mengatakan, Parade Tauhid ini adalah kegiatan umat Islam Purwakarta yang rutin digelar setiap 4 bulan sekali dalam rangka menumbuhkan syi'ar-syi'ar Islam. "Adapun tema kali ini adalah aksi bela Islam dan ulama, penjarakan penista agama, bersihkan Purwakarta dari Maksiat dan Syirik,'' ujarnya melalui sambungan selulernya.
Dia meminta kepada semua pihak termasuk pemerintah, agar tidak mencari-cari kesalahan ulama. Sebab, kata dia, jasa ulama dalam menyebarkan agama Islam sangat kuat. "Karenanya, siapa yang berani mengganggu ulama, kami siap tumpahkan darah untuk melawannya,'' ujarnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template