Pesisir Cilamaya Terlantar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pesisir Cilamaya Terlantar

Pesisir Cilamaya Terlantar

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Januari 2017 | 13.00.00

-Dibiarkan Gundul Tanpa Mangrove

CILAMAYA WETAN, RAKA - Abrasi dan rob setiap tahun melanda pesisir utara Karawang. Lahan-lahan gundul pantai di pesisir timur Karawang yang tanpa sentuhan, masih dibiarkan menjadi lahan kering. Bantuan tanaman mangrove yang mengalir dari sejumlah perusahaan swasta hanya pada saat-saat tertentu saja.
Penyelia tanaman mangrove Muara Cilamaya Wetan, Fatoni mengatakan, jumlah lahan gundul yang berpotensi untuk ditanami mangrove di pantai Karawang ini masih sangat membentang luasnya. Jika terlalu lama tidak ditanami, lahan-lahan kering itu rawan diklaim dan mengancam abrasi seperti yang terjadi di wilayah Cemarajaya-Sedari ke arah Bakasi.
Namun, bukan berarti wilayah timur Karawang juga aman, sebab banyak lahan kosong butuh segera ditanami mangrove. Sayangnya diakui Toni, masih jarang pejabat dan perusahaan yang mengeluarkan alokasi besar-besaran untuk memperluas tanam mangrove. "Laut timur masih potensi ditanami mangrove, kita menunggu siapa yang lebih peduli," ujarnya.
Toni menambahkan, di Desa Muara Baru dan Muara misalnya, banyak pantai yang belum ditanami mangrove. Memang diakuinya, dari Pemkab Karawang ada sesekali yang diturunkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Dirinya pun banyak memiliki stok bibit manrove siap tanam, namun masih belum ada perhatian pemkab maupun perusahaan yang serentak lagi menutupi lahan-lahan kosong untuk segera ditanami mangrove.
Dia berharap, suatu waktu bisa menjadi hutan pesisir yang sejuk dan menjadi ekowisata baru untuk Karawang. "Kita banyak bibit, hanya belum ada komitmen elemen yang bisa dikerjasamakan, agar lahan gundul di pantai ini serentak ditanami mangrove," katanya.
Pokmaswas Pasirputih, Sahari sebelumnya mengatakan, lahan pantai sebenarnya semakin meluas di wilayah timur Karawang. Banyak di antaranya yang menjadi tanah timbul. Menurutnya kondisi ini seharusnya dijadikan acuan pemerintah maupun perusahaan dengan kepedulian sosial pada alam lebih masif menanam mangrove untuk eko wisata pesisir.
Apalagi di tengah sorotan tehadap wisata pesisir karena kumuh dan sampahnya. Menurutnya, ada baiknya pengembangan wisata bahari hutan mangrove ini segera diwujudkan. Setidaknya, dengan investasi tanaman manrove di lahan-lahan kosong pinggir pantai. "Kalau dikelola baik dan mendapat perhatian serius, saya kira eko wisata hutan mangrove ini berkembang seperti di Blanakan, Malang dan Pekalongan," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template