Pemakaman Jenazah Terduga Teroris Jatiluhur Dijaga Ketat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pemakaman Jenazah Terduga Teroris Jatiluhur Dijaga Ketat

Pemakaman Jenazah Terduga Teroris Jatiluhur Dijaga Ketat

Written By Mang Raka on Jumat, 13 Januari 2017 | 19.22.00

KLARI, RAKA - Jenazah Abu Sofi alias Rida Budi Santoso alias Keli Warga Kawali RT 002/004, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 Anti Teror di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 25 Desember 2016, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan di tempat Pemakaman Umum Ki Hapit yang berlokasi di Dusun Kawali, Kamis (12/1) 16.30 WIB.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, kepolisian sudah berjaga di rumah duka sejak pukul 07.00 WIB. Sembilan jam berselang, jenazah yang diantarkan menggunakan ambulan Rumah Sakit Polri, langsung disolatkan di mushola yang lokasinya sepelemparan batu dari rumah Abu Sofi. Masyarakat yang mengetahui peristiwa itu, langsung mengerumuni karena penasaran dengan kondisi jasad yang mereka kenal dengan nama Keli itu.
Usai disolatkan, jenazah yang disimpan dalam peti mati itu dibawa ke pemakaman dengan pengawalan ketat keamanan, mulai dari tingkat desa, kepolisian hingga tentara.
Ibu kandung Keli, Bunatiem terlihat shock. Mengenakan kerudung warna hitam, wajahnya tertunduk lesu saat menyaksikan anaknya masuk ke liang lahat. Bibirnya diam, tidak satu kata pun terlontar saat ditanya Radar Karawang.
Perwakilan keluarga Rida Budi Santoso, Bapung mengatakan Bunatiem dalam kondisi kurang sehat. "Kondisinya belum stabil. Kami pun masih terus menemani," terang Bapung.
Ditanya soal lamanya jenazah Rida dipulangkan dari RS Polri, Bapung mengatakan pengambilan jenazah harus berbarengan dengan jenazah terduga teroris lainnya. Tidak bisa dibawa satu per satu. "Kita harus menunggu usainya tes DNA rekan terduga teroris yang sama meninggal, yaitu warga Tasik dan Temanggung. Jadi terpaksa kami harus menunggu selesai dulu. Karena katanya keluarga teroris yang berasal dari Temanggung dan Tasik tidak mau menerima awalnya," terangnya.
Di lokasi yang sama, Kades Pancawati, Ana Priatna mengatakan, prosesi pemakaman jenazah Rida Budi Santoso alias Keli berjalan lancar dan aman. "Alhamdulillah warga tidak ada yang menolak, jadi pemakaman dapat lancar. Lagian juga almarhum itu kan asli warga sini, ditambah mesti tewas ditembak Densus 88 Anti Teror, tetap Keli belum menimbulkan korban juga. Jadi warga bisa menerima jenazahnya dimakamkan di wilayah ini," katanya.
Dia menegaskan, kabar yang beredar sebelumnya, yang mengatakan ada penolakan warga itu ditepisnya. Karena selama ini warga sudah legowo dan menerima dengan baik. "Wah tidak begitu, warga menerima dari awal juga. Lagian almarhum ini, bisa dikatakan Korban dari pisah cerai kedua orangtuanya, jadi kurang perhatian dan kasih sayang. Makanya, ketika dalam pencarian jati diri, terlihat bebas," katanya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template