Pekerjaan di Karawang Barang Langka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pekerjaan di Karawang Barang Langka

Pekerjaan di Karawang Barang Langka

Written By Mang Raka on Jumat, 06 Januari 2017 | 14.30.00

*Lama Sekolahnya Status Tetap Pengangguran

KLARI, RAKA - Bagai ayam mati di lumbung padi. Ibaratnya seperti itu, nasib pemuda-pemuda di Kecamatan Klari. Kalau dihitung belasan jumlahnya perusahaan yang beroperasi di wilayahnya, yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal di kecamatan itu. Tetapi pada kenyataannya, hanya sebagian kecil saja yang bernasib mujur bisa dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan disana.

Keluhan itu yang diungkapkan Bagas Dwi Cahyo. Belum lama ini dia mengaku sudah mendatangi banyak perusahaan untuk melamar pekerjaan, tetapi hingga saat ini nasibnya belum beruntung. Dia tetap menyandang prediket pengangguran. "Lapangan pekerjaan di Kabupaten Karawang masih terbilang sulit. Mesti ada belasan kawasan industri dengan ratusan perusahaan di dalamnya namun kesempatan kerja masih tetap langka. di Klari saja belasan jumlahnya perusahaan yang beroperasi, tetapi tetap tidak bisa menjadi peluang untuk mendapatkan pekerjaan," ucapnya.
Bagas sendiri sempat optimis menyaksikan optimisme pemerintah daerah untuk menjamin anak-anak daerah bekerja di sejumlah perusahaan di kabupaten ini. Terlebih dengan kondisi sulitnya lapangan pekerjaan saat ini. Tetapi optimisme itupun akhirnya hanya tinggal harapan. "Bukan cuma saya, tetapi ratusan calon tenaga kerja lokal Karawang, sempat optimis bisa disalurkan ke perusahaan. Namun hingga saat ini belum ada kepastiannya," ungkapnya.
Kepada Radar Karawang ketika itu ia mengaku baru dari sebuah perusahaan untuk melamar pekerjaan namun diterima atau tidaknya belum bisa dipastikan. Dia juga menambahkan pekerjaan sekarang ini sudah menjadi barang langka. “Sekarang sulit sekali cari pekerjaan, mesti saya lulusan SMK tapi, tetap pekerjaan belum juga didapat," katanya yang mengaku sempat mendengar arahan Wakil Bupati bersama teman-temannya.
Bahkan, dia menyampaikan, sulitnya lapangan pekerjaan, menjadikan dirinya lebih memilih untuk menjadi penggarap sawah di wilayahnya sendiri, kalaupun itu merupakan miliknya. Namun sayang, lahan teknis sawah sekarang mulai tergerus menjadi lumbung industri. “Kalau misalkan saya punya sawah, mending saya bekerja jadi petani, ini bisa jadi solusi sulitnya pekerjaan di sektor industri,” paparnya.
Senada itu, Dendi, juga pemuda yang masih berstatus pelajar, juga tidak menampik pekerjaan seperti barang langka di Karawang. Mengguritanya sektor industri di Kabupaten Karawang, hingga saat ini belum mampu mengatasi persoalan pengangguran diwilayahnya. Padahal, tingkat pendidikan pemuda pribumi sudah mengalami peningkatan dari tahun ketahunnya. Namun pertumbuhan industri di kabupaten ini, masih belum mampu mengatasi pengangguran yang semakin membengkak. "Kalau bicara industri, memang karawang ini banyak pabrik, tapi belum tentu banyak pabrik, banyak pemuda karawang yang mudah dapat kerjaan di pabrik," cetusnya.
Ditambahkan Dendi, mencermati kesulitan lapangan kerja yang dirasakan pemuda yang berada dilingkungan rumahnya, menjadikan mata rantai hal negatif terjadi diberbagai lembaga. Misalnya, keseriusan dalam belajar ditingkat SMA/SMK, ini menjadikan berdampak tidak baik, karena mesti sekolah terus berlanjut. Namun kesempatan peluang kerja yang diharapkan para pemuda kian menciut. "Saya sempat kepikiran, abang-abang dikampung saya bicara sekolah lama-lama, tapi tetep jadi pengangguran," ungkapnya. (ari)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template