OTT Pungli di Tanjungbaru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » OTT Pungli di Tanjungbaru

OTT Pungli di Tanjungbaru

Written By Mang Raka on Selasa, 03 Januari 2017 | 19.14.00

-2 Aparat Desa, 5 Pemuda Ditangkap

CILAMAYA KULON, RAKA - Keluhan pengunjung Pantai Tanjungbaru, akhirnya terbayar setelah aparat kepolisian menyudahi aksi penjualan tiket di depan Kantor Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Senin (2/1) siang.
Tujuh orang ditangkap aparat saat menjual karcis masuk, dua di antaranya pegawai desa. Sebelumnya, masyarakat banyak yang mengeluhkan mahalnya karcis karena untuk masuk pantai yang fasilitasnya minim tersebut harus merogoh Rp 50 ribu. Sesuai yang tertera pada karcis berlogo Desa Pasirjaya dan Karang Taruna.
Seorang warga di sana yang turut menyaksikan operasi tangkap tangan, Ahmad Atoillah mengatakan, sedikitnya 7 orang diamankan polisi. "Dua di antaranya pegawai desa," katanya sembari menyebutkan, mereka diciduk sekitar pukul 14.30 di depan kantor desa dan depan gang H Kamal, tak jauh dari balai desa.
Sementara, petugas Polres Karawang yang melakukan operasi tangkap tangan menggunakan 2 unit mobil provos, mobil dalmas dan sabhara. Mereka, ada yang memakai pakaian dinas, ada pula yang mengenakan pakaian preman. Menurut pria yang akrab disapa Otoy ini, mungkin kejadian tersebut puncak dari laporan masyarakat dan pengunjung yang disebar di media sosial beberapa hari terakhir.
Sumber lain yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, tidak ada pemalsuan karcis. Namun karena karcis terbatas, terkadang beberapa petugas menggunakan karcis tahun sebelumnya. Menurutnya, pengunjung tidak pernah tahu soal ini, yang penting mereka bisa masuk lokasi pantai.
Sialnya, saat digeledah, di kantong-kantong aparat desa yang berjaga ada beberapa karcis bekas tahun sebelumnya. Mungkin menurutnya, itu dianggap pemalsuan karcis. Kepala desa sebut sumber yang satu ini, sebenarnya mengapresiasi pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pungli.
Namun soal banderol karcis, dari dulu sampai saat ini juga segitu. "Gak ada pemalsuan karcis, yang ada kehabisan dan menggunakan karcis tahun lama, dianggapnya palsu mungkin saat digeledah di kantong petugas desa," pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pasirjaya Mahrus Umar mengaku belum tahu berapa orang yang diamankan. Ketika dihubungi, Mahrus mengaku tengah dalam perjalanan menuju Polres Karawang. Ditanya kebenaran anak buahnya yang ikut diamankan, Mahrus juga mengaku heran, karena polisi dinilai semaunya menangkap pegawainya yang kemungkinan tengah berjaga di gerbang karcis.
Begitupun saat ditanya lima orang lainnya apakah juga semuanya warga Pasirjaya, sampai berita ini ditulis yang bersangkutan belum menjawab pertanyaan tersebut.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Cilamaya Kompol Dadang Gunawan mengatakan, OTT pungli dan dugaan pemalsuan karcis di Pantai Tanjungbaru langsung ditangani Satuan Reskrim Polres Karawang, tim Resmob, serta dibackup Sabhara beserta provost. Selain mengamankan terduga pelaku pungli, turut diamankan pula 1 Unit motor, beberapa karcis masuk dan uang tunai Rp 493.000. "Selebihnya ditangani Satreskrim, 6 orang diamankan dan barang bukti terkait," pungkasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karawang AKP Hairullah saat dihubungi Radar Karawang melalui ponselnya, Senin (2/1) membenarkan, ketujuh orang tersebut diamankan tim sapu bersih (saber) pungli. Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Soal berapa yang akan jadi tersangka belum diketahui, karena masih dalam pemeriksaan," kata Hairullah.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, penjualan karcis tergolong mahal tak hanya dilakukan di Pantai Tanjungbaru. Di lokasi lainnya, Pantai Cibendo, Kecamatan Tempuran, karcis untuk kendaraan roda empat dibanderol Rp 20 ribu. Belum lagi parkir yang juga dimintai Rp 20 ribu. Kondisi ini yang belakangan sering dikeluhkan pengunjung. Namun apa daya, mereka sudah kadung masuk lokasi.
Sayangnya, di lokasi tersebut belum tersentuh aparat penegak hukum. Belum diketahui, uang hasil penjualan tiket tersebut masuk kas desa atau masuk ke kantong masing-masing. Yang jelas, di karcis tersebut, selain tertera harga Rp 20 ribu, juga terdapat logo dan nama Desa Ciparagejaya. Selain itu, penjaga karcis ada di antaranya yang berseragam aparat desa, tak jauh dari kantor Desa Ciparagejaya. (rud/ops)


Kronologis OTT Pungli Tanjungbaru

TKP
Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon

Identitas Pelaku

Pepen, 20 tahun
Warga Dusun Krajan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket masuk kendaraan R4

Candra, 23 tahun
Warga Dusun Krajan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket masuk kendaraan R4

Mulyana, 24 tahun
Warga Dusun Krajan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket masuk kendaraan R4

Warya, 23 tahun
Warga Dusun Krajan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket masuk kendaraan R4

Darsim, 30 tahun
Warga Kampung Ceah, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket kendaraan R4

(Menurut keterangan lima pelaku, uang hasil pungutan tidak disetorkan, tapi dipakai untuk pribadi)

Muhtadi, 58 tahun
Warga Kampung Ceah, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket kendaraan R2

Sahari, 65 tahun
Warga Dusun Krajan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon
Tugas
Pemungut uang tiket masuk kendaraan R4

(Menurut keduanya, uang hasil pungutan disetorkan ke desa)



Barang Bukti
-Karcis masuk
-Uang tunai Rp 493.000
-1 unit kendaraan R2
Berbagi Artikel :

5 komentar:

  1. Bravo πŸ˜€πŸ‘πŸ½ u. POLISI

    BalasHapus
  2. Wow ternyata cekatan juga APARAT nya πŸ‘πŸ½. Tapi jgn lupa pak sapu bersih juga calo- calo yg masukin kerja ke pabrik-pabrik, sgt merugikan dan menghawatirkan.jgn di biarkan berlarut- larut. Untuk Masyarakat jgn biasakan menyogok, menyogok itu sama dengan membunuh HAK kalian sendiri,=memupuk sebuah BENALU = membahayakan. Kita sendiri. Terutama jangka panjangnya.akibatnya sgt buruk . Sistem yg buruk ini jangan kita WARISKAN untuk anak cucu kita. JANGAN TAKUT UNTUK BILANG TIDAK . Kalau bukan kita sendiri yg merubah ke biasakan jelek ini siapa lagi,SEMUANYA tidak ada kata terlambat. Dlm bentuk apapun pungutan liar itu bagaikan LINGKARAN SETAN, JADI. PUTUSKAN !!!! anda -anda ini untuk tidak MENYOGOK, saya masih sedikit Optimis suatu hari negri ini BEBAS dari pungutan- liar( KORUPSI)

    BalasHapus
  3. Dulu nenek moyang kita berjuang untuk melawan penjajah.dan sekarang ini kita harus berjuang membersihkan PUNGUTAN PUNGUTAN LIAR.(KORURTOR) dari bumi iniπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸπŸπŸπŸπŸπŸ”₯

    BalasHapus
  4. Perumahan di tegal sawah karawang sama oknum karang taruna juga mau renov di pungli cape dech

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template