Obati 38 Pasien Keterbelakangan Mental - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Obati 38 Pasien Keterbelakangan Mental

Obati 38 Pasien Keterbelakangan Mental

Written By ayah satria on Selasa, 24 Januari 2017 | 18.21.00

Darul Iman Athoria Punya Ramuan Khusus

PURWASARI, RAKA - Jarang ada orang tahu jika di Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, ada satu yayasan spesialis menangani gangguan kejiwaan atau anak hiperaktif.
Yayasan yang dinamai Darul Iman Athoria ternyata sudah berdiri sejak 11 tahun silam, ini sudah berhasil mengobati ratusan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. "Kalau untuk para penderita keterbelakangan mental yang hiperaktif, ini sudah banyak di berbagai daerah yang berobat kesini agar dapat sembuh," tutur Sopian Budiman, pemilik pengobatan alternatif yang berada di wilayah Kampung Kawao RT 01/02, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, itu kepada Radar Karawang, Senin (23/1).
Ia melanjutkan, karena tidak adanya manajemen yang terstruktur, sejumlah pasien yang selama ini berdatangan di berbagai daerah tidak terdata dengan baik. "Untuk jumlahnya kurang lebih sudah ratusan orang yang sudah berobat disini sembuh," katanya.
Selama ini cara pengobatan yang dilakukan ada beberapa tahap. Dengan rukiyah atau penguatan spiritual. Selain itu, pasien diwajibkan minum ramuan herbal setiap hari. "Untuk kesembuhan itu kan kita serahkan kembali kepada Allah. Kita cuma biasanya selama 40 hari saja, pasien keterbelakangan mental yang dibawa kesini bisa sembuh," ucapnya.
Keberadaan pengobatan yang sudah diketahui di berbagai wilayah tersebut, lanjut dia, menjadi lokasi pengobatan Erik (8), bocah hiperaktif yang diborgol orangtuanya. "Kedatangannya pertama kali ke tempat pengobatan. Saat disambangi langsung begitu ingin dimanjakan. Hal ini kuat dugaan Erik keterbelakangan mental, karena kurangnya kasih sayang," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika ditambah dengan Erik, maka pasien yang ditangani ada 38 orang. Namun sayang, dia melarang wartawan untuk mengambil gambar aktivitas para pasien. "Jadi nanti selain pengobatan dengan pengajian, kami akan berikan ramuan herbal yang diracik," ujarnya.
Kini, Erik tidak hanya ditangani pengobatan alternatif saja. Selama sebulan sekali, kesehatan bocah tersebut terus dipantau. "Nanti setiap bulan kesehatan Erik akan kami periksa, agar bisa benar-benar sembuh," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, bocah harus dirantai keluarganya karena mengidap keterbelakangan mental tersebut. "Maka itu, nanti untuk dokter di wilayah ini yang ada di UPTD Puskesmas, akan pantau kesehatannya," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template