Mengamen Untuk Biaya Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mengamen Untuk Biaya Sekolah

Mengamen Untuk Biaya Sekolah

Written By Mang Raka on Senin, 23 Januari 2017 | 14.00.00

*Dinsos Diminta Menjawab Mengapa Anjal dan Gepeng Membengkak

KLARI, RAKA - Keberadaan Pengemis dan Gelandangan yang kini sudah mulai banyak bermunculan di berbagai daerah yang ada di Kabupaten Karawang menuai keluhan warga di Wilayah Kecamatan Purwasari dan Klari. Tidak hanya itu, warga berharap agar adanya upaya dalam menekan jumlah pengemis dan pengamen yang sudah kian membeludak di awal tahun ini.

"Sekarang banyak banget pengemis dan pengamen di wilayah ini, terutama di jalur Klari - Purwasari hingga Cikampek, bisa setiap hari empat hingga loima kali pengemis datang meminta minta kesini," Ujar Taupik, pemilik usaha foto Copy di perlintasan Purwasari. Dia merasa heran terhadap perkembangan jumlah pengemis dan anak jalanan yang terus bertambah, Minggu (22/1).
Ia melanjutkan, banyaknya pengemis disepanjang jalan raya yang berpotensial dipenuhi toko dan usaha lainnya yang bervariatif, dinilai menjadikan potensi pengemis yang tinggi. Padahal, keberadaan pengemis seharusnya dapat diminimalisir oleh pemerintah terkait. "Saya ge aneh, jadi tambah banyak gini. Padahal dulu itu sedikit bahkan jarang," katanya.
Ia menyinggung, ironisnya, tidak sedikit pengemis di umur belia sering ditemukannya disepanjang jalan. Mulai dari pemberi jasa lap kaca, peminta-minta hingga pengamen. Hal tersebut sudah mulai menggurita diberbagai wilayah yang saat ini dinilai tingkat perekonomiannya lagi berkembang. "Kalau lagi belanja ke karawang kota, di pas lampu merah, hingga di setiap pasar itu, kalau pagi banyak sekali, di kosambi juga ada banyak, mereka kebanyakan masih anak-anak," ucapnya.
Dia berharap, agar keberadaan Pengemis dan pengamen dapat diminimalisir keberadaannya. Dengan catatan pembinaan dalam meningkatkan kemampuan skil untuk dapat bisa meningkatkan tarap hidup yang lebih baik. "Diharapkan para pengemis dan pengamen diberikan pekerjaan yang layak, kasian juga melihatnya," cetusnya.
Muhamad Rajab, aktifis pencinta Alam saat menanggapi banyaknya gepeng dan pengemis di wilayah Kabupaten Karawang, menurutnya, banyaknya pengemis dan gepeng yan berada disepanjang jalan raya dan diberbagai titik pasar menjadi tempat potensi tingginya jumlah pengemis dan pengamen bermunculan. Hal ini dinilai tidak sedikit para pelaku usaha toko dan  pengendara terganggu. "Memang tidak sedikit pengendara yang terganggu dan kalau yang dipusat pasar pastinya para pemilik toko, maka itu, pemerintah harus segera melakukan pembinaan terhadap warga yang berprofesi sebagai pengemis dan pengamen agar diberikan pekerjaan yang layak," katanya.
Sementara itu, Irfan Bocah (15) sudah lama melakoni profesi sebagai pengelap kaca di lampu merah Klari interchange Karawang timur  menyampaikan, kalau tidak melakukan pekerjaan sebagai pengelap, maka usahanya selama ini untuk dapat menuntaskan pendidikan di bangku sekolah Menengah Atas (SMA) akan kandas. Hal itu menjadikan dasar pekerjaan sampingan tersebut dilakoninya. "Saya dari kecil sudah ditinggalkan orang tua, kalau tidak bekerja gini, terus biaya sekolah, dan jajan sekolah dari mana," ucap Irfan.
Namun, ketika Radar Karawang menyinggung perihal pekerjaannya tersebut, dirinya mengelak, tidak akan selamanya melakukan pekerjaan tersebut. Karena keinginan dapat bekerja di perusahaan yang ada di karawang menjadi tujuannya selama ini, agar dapat hidup layak dimasa yang akan datang. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template