Mengabdi 10 Tahun di Kantor Urusan Agama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mengabdi 10 Tahun di Kantor Urusan Agama

Mengabdi 10 Tahun di Kantor Urusan Agama

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Januari 2017 | 19.56.00

-Digaji Rp 300 Ribu, Adi Berharap Angin Surga

PEDES, RAKA - Mengabdi menjadi staf administrasi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedes selama 10 tahun, tidak menjamin bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Itulah yang dialami Adi Nurul Adha S.Pd.I.
Melihat usianya yang sudah menginjak 35 tahun, Adi mengaku akan tetap bertahan meski bergaji minim. Dan menunggu hingga pengangkatan CPNS tiba. "Saya digaji Rp 10 ribu per hari," ungkapnya saat ditemui kepada Radar Karawang, di KUA Kecamatan Pedes, Selasa (3/1) kemarin.
Ia melanjutkan, sebelumnya sempat ada angin segar dari koordinator wilayah KUA, untuk pengangkatan CPNS. Namun hingga saat ini tidak sampai terealisasi. "Saya anggap semua itu hanya angin surga," kata dia.
Selain sebagai staf di KUA, sambung adi, untuk menambah penghasilan, dirinya juga menjadi Kelompok Kerja Penyuluh di Kecamatan Pedes. "Allhamdulillah, dari seleksi pokjaluh beberapa bulan kemarin, saya terpilih sebagai penyuluh untuk Kecamatan Pedes. Tapi saya berharap secepatnya bisa diangkat sebagai PNS," pungkasnya.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Agama mempercepat pengangkatan tenaga honorer Kategori serta Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di lingkungan kementerian itu, yang selama ini nasibnya belum jelas. "Kami terus terang risau sebab jumlah mereka ini banyak tetapi tidak diperhatikan. Di sejumlah daerah bahkan tenaga honorer K2 dan P3N ini sudah ramai-ramai mendemo Kantor Kemenag setempat, karena menginginkan kejelasan nasib," ujar Wakil Ketua Komisi VIII Deding Ishak.
Jika dibiarkan, Deding khawatir kegalauan para tenaga hononer akan menganggu kinerja Kemenag. Karena itu, Deding meminta Sekjen dan Irjen Kemenag untuk mencarikan solusi, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Menanggapi hal ini, Irjen Kemenag Muhammad Yasin berjanji akan melakukan percepatan pengangkatan tenaga honorer, dengan memverifikasi dan memvalidasi mereka yang sudah memenuhi persyaratan perundang-undangan, untuk segera dijadikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Tetapi kami akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan proses pengangkatan mereka untuk menjadi CPNS, untuk menghindari terjadinya penyimpangan. Kami ingin pengangkatan CPNS di lingkungan Kemenag dilakukan secara obyektif, transparan, akuntabel dan bebas KKN," kata Yasin. (mg2/jp/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template