Melintasi Telukjambe Truk Diprotes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Melintasi Telukjambe Truk Diprotes

Melintasi Telukjambe Truk Diprotes

Written By Mang Raka on Jumat, 20 Januari 2017 | 13.00.00

*Warga Tuding Truk Monster Pembunuh

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Aktifitas truk di Jalan Badami Loji, perlintasan Telukjambe Barat, kembali diprotes, Kamis (19/1). Warga dicekam rasa was-was khawatir tersambar maupun terserempet setiap kali berpapasan dengan iring-iringan truk yang melintasi perlintasan jalan itu.

Hampir setiap hari disepanjang jalan utama Karawang Selatan pengguna jalan bisa ditemui kendaraan besar yang lalulalang, baik yang bermuatan maupun yang tidak bahkan tipe kendaran besar ada yang mempunyai bak terbuka dan bahkan jenis tronton dengan ban banyak sering memasuki jalan utama Badami-Loji beriring-iringan, sehingga menimbulkan suara gaduh dan menyeramkan.
Tapi hampir setiap hari pula kendaraan besar dengan muatan beraat dan yang tidak sering lakukan konvoi. Hal itu membuat selain pengguna jalan maupun warga merasa resah karena selain mengganggu aktivitas pengguna jalan, masyarakat pun merasa khawatir karena selain pengguna jalan yang menggunakan kendaraan pejalan kaki pun sama gunakan jalan dan mempunyai hak yang sama yaitu menggunakan jalan juga.
Seperti diakui Imron (40) warga Kampung Nyangkokot, Desa Wanasari, yang merasa truk-truk konvoi itu seperti monster pembunuh, menyampaikan jika pejalan kaki yang menggunakan jalan utama Badami-Loji, diintai maut karena kendaraan besar dengan badan kendaraan besar cukup membuat warga resah karena sempitnya badan jalan. Terlebih dengan kendaraan yang sering konvoi lebih dari satu kendaraan, bahkan sampai tiga hingga empat kendaraan besar. Menurutnya pemerintah jangan diam dengan persoalan tersebut agar mau menindak perihal tersebut agar tidak menimbulkan ekses kecelakaan.
"Jika didiamkan saja maka pemilik truk bisa berlaku seenaknya tanpa pernah mengindahkan pejalan kaki. Padahal sudah jelas di wilayah jalur Badami-Loji kan bukan  pengemudi kendaraan saja tapi masyarakat biasa pun menggunakan jalan umum tersebut untuk kegiatan sehari-hari mereka. Apalagi ada sekolah seperti sekolah dasar yang siswanya menggunakan jalan sebagai sarana mereka jalan kaki, karena tidak punyai trotoar jalan bagi pejalan kaki," paparnya.
Sementara, hal senada pun dikatakan, Khotib (55) tokoh masyarakat Desa Karangligar, jika kendaraan besar yang lalulalang itu harus sering-sering ditertibkan baik secara layak dan tidak juga secara administratif agar pengemudi yang mengendarai itu memang benar memiliki izin mengemudi yang sah atas kendaraan besar. "Saya termasuk orang yang sanksi dengan administrasi personal mereka, karena seharusnya pengemudi yang santun dan menghormati etika di jalan lebih banyak menghormati kendaraan dan pejalan kaki," ucapnya.
Karena, lanjut dia, bukan saja demi keselamatan pejalan kaki atau sopir kendaraan kecil tapi buat kemaslahatan dia juga. "Harapan saya pemerintah bisa proaktif mengatasi perihal tersebut agar tidak lagi menimbulkan satu permasalahan baru yang ujung-ujungnya malah tidak kondusifnya jalan utama kita," harapnya.
Sementara di tempat terpisah, Jaje Nurmansyah (39), warga Desa Kalipandan, Kecamatan Telukjambe Timur yang juga sebagai petugas keamanan di salah satu satu perusahaan swasta di kawasan indutri menyampaikan, jika kenyamanan pengguna motor yang sering menggunakan jalur selatan Karawang memang diakuinya tidak nyaman karena kehadiran kendaraan-kendaran besar tersebut. Dirinya menjelaskan selain truk besar, truks kecil sejenis engkel pun banyak yang sering ugal-ugalan terlebih tanpa muatan.
"Sampai saat ini belum ada dari dinas perhubungan yang melakukan razia atau penindakan di wilayah tersebut. Dan saya sesalkan bahkan banyak pejabat yang sering lalu lalang disini tapi seolah tidak pernah ada bahasan mesti bagaimana menyikapi kendaraan - kendaraan tersebut. Saya memohon agar pemerintah mau coba serius sikapi persoalan-persoalan tersebut karena jika terus didiamkan maka permasalahan baru akan timbul," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template