Kisah Suami Ditinggal Istri Jadi TKW (1) - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kisah Suami Ditinggal Istri Jadi TKW (1)

Kisah Suami Ditinggal Istri Jadi TKW (1)

Written By Mang Raka on Rabu, 11 Januari 2017 | 18.13.00

-Pagi Mengantar Galon, Siang Masak untuk 3 Anak

RAWAMERTA, RAKA - Hidup sendiri tanpa seorang istri, ditambah harus mengurusi 3 orang anak yang masih relatif kecil, tentu bukan perkara mudah. Bagi Jenal Abidin (33), kondisi itu harus dijalaninya dengan hati ikhlas. Maklum, warga Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, itu sudah dua tahun ditinggal istrinya, Nawangsih bekerja di Arab Saudi
Jenal yang kesehariannya mengantar galon air mineral, memiliki dua peran. Selain sebagai bapak, juga ibu. Namun, berbeda dengan lelaki yang kerap bertingkah aneh saat istrinya mencari nafkah di negara asing, dia justru berbeda.
Setiap pagi dia menjajakan air galon, lalu sekitar pukul 10.00 WIB, pulang ke rumah untuk masak dan memenuhi kebutuhan anaknya. "Jadi semua hal yang berhubungan dengan rumah tangga itu saya lakukan sendiri. Dari mulai memasak, mencuci dan mencukupi kebutuhan dapur untuk makan sehari-hari," kata dia saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/1) kemarin.
Ia melanjutkan, disamping mengurusi ketiga anaknya yang masih relatif kecil, ia menjalani rutinitas sehari-harinya sebagai tukang antar air galon, kendati dengan pendapatan yang pas-pasan yakni Rp 50 ribu per hari. "Selepas zuhur saya berangkat lagi bekerja, kembali mengantar air galon. Sehari-hari begitu-begitu saja, " tambahnya.
Adapun anaknya yang pertama Adil Jaelani, sambung dia, sudah mengalami cacat fisik sejak kecil. Itulah yang menjadi alasannya tidak bisa mecari pekerjaan jauh dari kampung. Ditambah anaknya yang kedua, Febriansyah masih duduk di bangku sekolah Dasar (SD). "Saya bingung mau kerja jauh-jauh juga, bukan tidak mau. Tapi dengan keadaan anak saya yang masih kecil, itu saya tidak bisa melepaskan atau menitipkannya begitu saja sama neneknya," ujarnya.
Daripada harus menelantarkan anak, kata Adil, ia lebih memilih menjalani dan tetap berusaha menikmatinya. "Walaupun dengan hidup kekurangan, saya akan tetap bertahan. Karena ini merupakan tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga. Saya gak tega ninggalin anak saya sendirian, saya gak mau anak saya telantar hanya gara-gara kekurangan atau ketidakmampuan," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template