Karyawan Bank Korban Uang Palsu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karyawan Bank Korban Uang Palsu

Karyawan Bank Korban Uang Palsu

Written By Mang Raka on Senin, 30 Januari 2017 | 16.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Masyarakat Purwakarta diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mulai munculnya uang paslu (Upal). Pasalnya, uang palsu tersebut diduga mulai marak beredar di sejumlah pasar tradisional di Purwakarta. Bahkan, kuantitas dan kualitasnya upal tersebut secara kasat mata nyaris sempurna.
Seperti yang menimpa salah seorang karyawan bank swasta, Deri Hendriawan (26), dia mengaku mendapati uang palsu saat pengumpulan uang tabungan nasabah di Pasar Bojong. Uang palsu terselip dalam tumpukan uang asli. "Saya tidak tahu kalau di dalam gepokan yang saya terima terselip uang palsu seratus ribuan, cukup sulit membedakannya, bentuk dan ukurannya sangat mirip," ujarnya kepada Radar Karawang, Minggu (29/1).
Dia mengetahui memperoleh uang palsu tersebut, setelah dilakukan pengecekan di kantor, menggunakan mesin. "Saya kaget hasil kolektif tabungan senilai Rp 10 juta terselip selembar uang palsu Rp100 ribu. Ya, saya harus menggantinya ke pihak perusahaan," ungkapnya.
Namun, Deri memilih tidak melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak kepolisian, karena selain nilainya hanya seratus ribu, dia sadar bahwa itu kelalaian dirinya. "Saya yakin nasabah juga tidak mengetahui bahwa itu uang palsu, saya tidak lapor polisi, ini resiko kelalaian," ujarnya.
Temuan di atas, menunjukkan sejumlah fakta, di antaranya jaringan pengedar tidak pernah menyusutkan niat jahatnya untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengedarkan uang palsu. Jaringan pengedar uang palsu tidak pernah menyusut walaupun satu per satu di antara mereka dilumpuhkan polisi. Selain semakin banyaknya upal yang beredar dan semakin kuatnya jejaring mereka, ada juga temuan yang tak kalah memprihatinkan, yakni kualitas upal yang semakin baik. Bahkan upal jenis KW1 super disebut-sebut lolos sensor Ultra violet dengan kualitas kertas sama dengan kertas uang asli, ada tanda airnya (watermark), kasar bila diraba, dan memiliki benang pengaman (security thread).
Sementara dihubungi terpisah, Kapolsek Bojong IPTU Teguh Sujito, SH mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait peredaran uang palsu di Pasar Bojong dan wilayah hukumnya. "Sampai saat ini, kita belum menerima laporan, namun jika memang ada tolong secepatnya melapor. Kita imbau kepada masyarakat untuk waspada serta hati-hati saat melakukan transaksi keuangan," singkatnya, melalui sambungan seluler. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template