Jalan Raya Monster Pembunuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Jalan Raya Monster Pembunuh

Jalan Raya Monster Pembunuh

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Januari 2017 | 18.27.00

-Sehari Lima Kali Kecelakaan di Dawuan

CIKAMPEK, RAKA - Pemerintah Kabupaten Karawang tidak boleh tinggal diam membiarkan warganya mati satu per satu, akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu jalan rusak.
Dibanding jalan kabupaten dan provinsi, jalan nasional yang membentang dari Jalan Raya Jatisari hingga Karawang Barat terlihat tidak karuan. Lubang-lubang jalan berdiameter satu hingga dua meter menganga. Kedalamannya juga bervariasi. Jika pengendara motor atau mobil salah mengambil jalur, siap-siap saja mengalami goncangan cukup keras. Truk bermuatan berat biasanya mengalami patah as roda hingga terguling. Sedangkan pengendara motor, akibatnya lebih fatal. Badan terpelanting, kepala terbentur aspal, atau terjatuh lalu terlindas kendaraan yang ada di dekatnya.
Seperti yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Dawuan Barat, Cikampek, Rabu (17/1). Ada lima kali kecelakaan akibat jalan rusak. Paling parah dialami Endang Rusnandi (55) seorang PNS di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang. Warga Kampung Sauyunan II RT 03/04, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, itu meninggal setelah kepalanya terbentur aspal. "Satu hari kemarin korban sampai 5. Saya dan tetangga cuma menambal jalan dengan puing-puing bangunan," ucap Riki Putra (16) warga Dusun Kamijaya RT 01/10, Desa Dawuan Barat kepada Radar Karawang, Rabu (18/1) kemarin.
Ia melanjutkan, jika kerusakan jalan terus dibiarkan oleh pemerintah, maka selamanya akan mengancam nyawa pengendara. "Jalan lubangnya mencapai 15 cm, korbannya satu perempuan mukanya rusak, dan 4 lagi laki-laki," ucapnya.
Anggota Sispamdu Zhadoel, Awan (32) mengatakan, kejadian yang menimpa Endang sekitar pukul 20.00 WIB. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nahas sesampai di rumah sakit korban tidak tertolong. "Akibat jalan berlubang, banyak memakan korban," ucapnya.
Ayah rekan korban, Eman Sumitra (82) mengatakan, sebelum kecelakaan, korban sempat menghubunginya dan berniat menemuinya di Jomin untuk bersilaturahmi. "Siang hari bilang ke bapak kalau dia ingin ke rumah bersilaturahmi. Tapi pas jam 20.00 WIB, saya ditelepon polisi, Pak Endang Rusnadi kecelakaan," ucapnya.
Istri korban, Mariam (28) mengaku tidak menyangka pasangan hidupnya telah meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Karena sore hari masih berkomunikasi dengan dirinya. "Bapak mau dibawa ke tanah kelahirannya di Subang. Mau dimakamkan di sana," ucapnya di Rumah Sakit Karya Husada.
Kanit Lakalantas Polres Karawang, Iptu Sabar Santosa mengatakan, kecelakaan yang terjadi selama ini disebabkan berbagai faktor. Selain karena faktor kelalaian pengendara/pengemudi saat berkendara, ada juga yang diakibatkan karena  kondisi infrastruktur seperti minimnya rambu lalulintas, lampu penerangan umum atau PJU, serta ruas-ruas jalan yang rusak, baik yang bergelombang maupun yang berlubang. "Kami imbau agar pengendara mengurangi kecepatan, dan tingkatkan konsentrasi saat berkendara. Jika ngantuk sebaiknya istirahat," imbaunya
Diakuinya, wilayah perkotaan masih merupakan daerah yang paling tinggi terjadinya angka kecelakaan, terutama di sepanjang Jalan Syeh Quro, Jalan lingkar Klari-Tanjungpura, Jalan Pangkal Perjuangan, dan Jalan Interchange Karawang Barat. "Selain bergelombang, ruas jalan di Interchange Karawang Barat juga banyak yang berlubang. Makanya, buat pengendara terutama para karyawan pabrik yang pulang kerja pada malam hari, harus ekstra hati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut," pintanya. (mg2/ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template