Ibu Korban Diduga Jadi Dalang Penculikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ibu Korban Diduga Jadi Dalang Penculikan

Ibu Korban Diduga Jadi Dalang Penculikan

Written By ayah satria on Kamis, 26 Januari 2017 | 16.09.00

Pernyataan mengejutkan keluar dari Kapolsek Indihiang Komisaris Tri Sumarsono. Ia mengungkapkan, otak penculikan diduga ibu korban sendiri. Dia menyuruh Agus untuk menculik korban. "Ibu korban sudah pisah sama bapak korban. Si korban tinggal bersama bapaknya," katanya kepada wartawan di Mapolsek Indihiang.
Motif penculikan diduga pemerasan terhadap ayah korban. Menurut polisi, Masnah dan Agus berkenalan lewat Facebook dan menjalin hubungan di dunia maya. Keakraban itu meningkat ke persekongkolan untuk memeras bekas suami, dengan mengorbankan anaknya. "Pelaku yang diamankan ada tiga orang, yakni Agus Malik, Andres, dan Nia Kurniawati. Agus dan Andres berasal dari Bandung, sedangkan Nia dari Tasikmalaya," katanya.
Kejahatan ini terbongkar setelah polisi mendapat informasi melalui pesan WhatsApp, bahwa telah terjadi penculikan anak pada Sabtu, 21 Januari 2017. Korban diculik saat mau masuk ke sekolah. "Anggota kami dapat pesan WhatsApp dari anggota Polres Karawang," kata Tri.
Saat itu, kata Tri, petugas mendapat informasi bahwa seorang pelaku berasal dari Kampung Leuwidahu Kaler, Kelurahan Parakannyasag, Indihiang. Bhayangkara Pembina Kamtibmas kemudian mencari keberadaan pelaku. "Saat berada di wilayah binaan, anggota Bhabinkamtibmas melihat kedua pelaku," katanya.
Kedua pelaku sedang berada di sebuah warung. Bhabinkamtibas dan ketua RW setempat kemudian menginterogasi keduanya. "Saat diinterogasi pelaku berusaha kabur. Namun berhasil ditangkap di tengah sawah," ujar Tri menjelaskan.
Anggota Bhabinkamtibmas tersebut kemudian melaporkan kejadian ini ke kepolisian sektor. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku menunjukkan tempat korban disembunyikan. "Kami langsung menjemput korban," kata Tri.
Penculikan berjalan lancar karena pelaku mengatakan kepada korban, bahwa dia diminta pulang oleh ibunya. Bahkan pelaku memberikan telepon selulernya ke korban. Saluran ponsel itu sudah tersambung ke Masnah. Korban dan Masnah mengobrol di ponsel milik pelaku. "Seolah-olah yang culik orang lain," kata Tri.
Menurut dia, Masnah mengenal Agus di Facebook. Saat itu, Agus yang memakai nama palsu, Angga Saputra, berhasil menarik hati Masnah. Selain nama palsu, Agus memasang foto profil palsu. "Masang foto lelaki ganteng," ucap Tri.
Menurut Tri, Agus sempat beberapa kali meminta uang kepada Ms. Karena menyukai Agus, Ms dengan sukarela memberinya. "Total uang yang dikasih dari Ms ke Agus sebesar Rp 15 juta. Padahal si Agus dan Ms belum pernah tatap muka," katanya menjelaskan.
Dari obrolan Ms dan Agus di Facebook, kata Tri, muncullah niat jahat untuk memeras bapak korban. Caranya dengan menculik korban. "Mereka meminta uang tebusan Rp 100 juta," katanya.
Pelaku lain, Andres, mengakui meminta uang tebusan kepada bapak korban sebesar Rp 100 juta. Pada Selasa, bapak korban sempat transfer Rp 10 juta. "Selasa transfer. Sisanya hari Rabu dibayar," ujarnya.
Andres sempat mengancam bapak korban lewat pesan SMS. Kata dia, jika uang tidak dibayar korban tidak akan dipulangkan. "Takkan pernah ketemu lagi. Tapi saya tidak mengancam akan membunuh korban," katanya.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 6 unit handphone berbagai merek, uang tunai Rp 600 ribu, 7 kartu ATM, 2 tas kecil, 3 tas gendong, 1 set baju seragam Pramuka lengkap dengan kerudung warna cokelat milik korban. Serta, sepatu olah raga milik korban merek new basket, 1 jaket milik korban warna pink, buku gambar dan buku tulis milik korban termasuk Bolpin dan rautan. (psn/tm/dt)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template