Full Day School Bikin Siswa Lelah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Full Day School Bikin Siswa Lelah

Full Day School Bikin Siswa Lelah

Written By Mang Raka on Selasa, 10 Januari 2017 | 18.15.00

-Baru Sebatas Imbauan

KARAWANG, RAKA - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan full day school tahun ini, yang disambut Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, menuai pro dan kontra.
Bukan hanya guru atau kepala sekolah saja, kebijakan tersebut juga mendapat tanggapan dari berbagai kalangan pelajar di Karawang.
Kepala SMAN 1 Karawang, drs Dwi Stiyono Agus M.Pd meminta kebijakan tersebut tidak diberlakukan mendadak, karena akan mengganggu program sekolah yang sudah berjalan selama satu tahun. "Kami akan terus menjalankan program pemerintah, dan apa yang menjadi perintahnya. Memang sudah ada pembahasan tentang itu, namun sampai saat ini belum ada surat edaran, atau tembusan yang sampai ke sekolah," katanya kepada Radar Karawang, Senin (9/1) kemarin.
Menurutnya, program full day school ini akan mengubah hari efektif belajar menjadi 5 hari kerja, dan ini akan mulai diberlakukan di SMAN 1 Karawang, setelah program sekolah selama satu tahun sudah selesai. Karena jika hanya memberhentikan di pertengahan jalan, itu akan merubah program sekolah. "Jika sudah ada surat edaran dan memang sudah diterapkan, nanti SMAN 1 Karawang akan mulai memberlakukan kebijakan tersebut, setelah pembagian rapot pada bulan Juni nanti," tuturnya.    
Sebab, lanjut dia, selama ini program tersebut masih bebas dijalankan oleh seluruh sekolah, baik yang ingin menjalankannya maupun tidak. Namun yang jelas, kata dia, program tersebut sudah mesti berjalan pada tahun 2017. "Saya sudah sampaikan kepada anak-anak saat upacara tadi, untuk menginformasikan kepada orangtua mereka, kalau SMAN 1 Karawang belum bisa menjalankan program tersebut. Jadi hari Sabtu tetap masuk," ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan Wakasek Kurikulum SMK Tri Mitra, Taryadi SE. Ia mengatakan, kondisi saat ini kurang ideal untuk menerapkan program lima hari belajar. Apalagi dengan adanya penerapan yang harus dilakukan untuk seminggu yang akan datang. "Seharusnya pemerintah mendata terlebih dahulu berapa jumlah siswanya, berapa jumlah shiftnya, dan apa hambatannya sehingga apa yang menjadi kendala bisa disiasati," tuturnya.
Ia mengatakan, banyak hal yang menjadi korban jika program tersebut terus dipaksakan. Salah satunya dengan pembelajaran. Contohnya dalam 6 hari saja, kegiatan belajar mengajar dirasa kurang, sehingga pihak sekolah mengeluarkan program dua shift. Pagi dan siang. "Banyak yang harus dipertimbangkan, dan itu bisa berpengaruh terhadap siswa," ucapnya.
Salah satu guru, Irma Prima Herliana S.Pd mengaku, kebijakan tersebut sangat baik dilakukan di sekolah. Karena bisa menjaga siswa maupun anak di sekolah dan di rumah. "Setuju, full day atau 5 hari kerja diberlakukan. Agar anak-anak tidak banyak main di luar, dan hari Sabtu kan bisa untuk acara keluarga," akunya.
Agustine Setia Putri, seorang siswi mengaku tidak setuju terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut. Karena baginya, itu akan membuat siswa tidak fokus untuk belajar. "Tidak setuju. Siswa terlalu lelah dan kurang kondusif," singkatnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Karawang sekaligus Kepala Pendidikan Dasar (Dikdas) SMP, Nandang Mulyana mengatakan, awal tahun ini setiap pelajar di Kabupaten Karawang akan mulai menjalankan program sekolah masuk 5 hari. "Sesuai arahan Bupati Karawang Cellica Nurrahdiana ingin menjalankan program tersebut di sekolah yang ada di Karawang, tapi hanya untuk tingkat SMP/SMA dan SMK saja," katanya.
Setiap siswa, kata dia kini bisa meluangkan banyak waktu bersama kelurga di rumah, sebagai salah satu pengawas dan terjalin kedekatan emosional di keluaraga. Sebab, salah satu kenakalan pelajar adalah kurangnya perhatian keluarga. "Jadi mulai hari ini dan efektifnya minggu kedua, setiap sekolah diimbau bisa menjalankan program tersebut. Masuknya cuma 5 hari, Senin sampai Jumat," tuturnya.
Sedangkan jam kegiatan belajar mengajar, kata Nandang, para peserta didik masuk pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. "Hanya ada pengurangan hari belajar saja," tuturnya.
Untuk surat edaran, kata dia sedang tengah diurus oleh pemerintah daerah. Itu akan segera disosialisasikan kepada setiap sekolah dan orangtua siswa. "Kalau surat kita sedang proses, jadi hanya imbauan kepada setiap orangtua siswa, agar bisa lebih menjaga anak tercintanya di rumah," ujarnya. (yna/mg2)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template