Djiaw Kie Siong Dilupakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Djiaw Kie Siong Dilupakan

Djiaw Kie Siong Dilupakan

Written By ayah satria on Jumat, 27 Januari 2017 | 17.07.00

Pemilik Rumah Penginapan Bung Karno yang Menyuguhi Ayam

RENGASDENGKLOK,
RAKA - Hingar bingar Imlek di Karawang mulai terasa. Lampion berwarna merah digantung berderet di Jalan Tuparev. Vihara-vihara penuh dengan ornamen khas Tahun Baru Tiongkok.
Jauh dari hingar bingar, ada satu rumah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah republik ini. Tepatnya di Dusun Kalijaya RT 001/RW 09, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok. Rumah milik seorang keturunan tionghoa, Djiaw Kie Siong, menjadi sangat penting. Karena sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan, di rumah itulah Ir Soekarno dan Mohammad Hatta diinapkan oleh para pemuda dari perkumpulan "Menteng 31" yaitu Adam Malik, Chaerul Saleh dan Sukarni.
Lalu apa yang disantap oleh sang proklamator saat berada di rumah seluas 12x20 meter tersebut. Berdasarkan penelusuran Radar Karawang, para pemuda yang saat itu membawa Bung Karno dan Hatta, merasa bertanggung jawab terhadap kesehatan kedua tokoh tersebut. Termasuk urusan perut.
Cucu Djiaw Kie Siong, Dyiauw Kwinmoy (64) yang biasa dipanggil Iin mengungkapkan, pada tanggal 16 Agustus 1945, sang kakek memberikan ayam peliharaannya untuk disuguhi kepada sang tamu. Meski saat itu Djiaw tidak tahu jika yang dibawa pemuda ke rumahnya adalah Bung Karno dan Hatta. "Para pemuda waktu itu mengolah ayam dari kakek, lalu diberikan kepada Bung Karno," ujarnya.
Menurut Iin, kakeknya baru tahu jika yang dibawa pemuda itu adalah orang paling berpengaruh dalam revolusi kemerdekaan Indonesia, keesokan harinya. Maklum, keseharian Djiaw hanya seorang petani dan peternak babi. "Rumah kakek dipilih pemuda, karena waktu itu paling besar. Dan daerah ini aman," ujarnya.
Ia melanjutkan, kedua bapak bangsa itu juga beristirahat di kamar seluas 3x4 meter milik kakeknya. Namun sayang, akibat terkikis Sungai Citarum, rumah aslinya sudah tidak utuh. "Tahun 1958, kakek memutuskan untuk menduplikat rumah yang pernah disinggahi Seokarno dan Hatta," ujarnya.
Ditanya peralatan yang sempat digunakan Bung Karno dan Hatta, Iin mengatakan, dari mulai ranjang, tempat makan dan minum disimpan di Museum Siliwangi Bandung. "Segala apapun peninggalan beliau dibawa ke museum," ungkapnya.
Sebelum meninggal tahun 1964, Babah Djiaw pernah berwasiat, keluarga yang menempati rumah bersejarah itu harus bersabar. Tak dibolehkan merengek minta-minta sesuatu kepada pihak mana pun. Bahkan, harus rela setiap hari menunggui rumah mereka demi memberi pelayanan terbaik kepada para tamu, yang ingin mengetahui sejarah perjuangan bangsa. Hingga kini namanya praktis hampir tidak dikenal ataupun tercatat dalam sejarah. Mayjen Ibrahim Adjie pada saat masih menjabat sebagai Pangdam Siliwangi, pernah memberikan penghargaan kepada Djiaw dalam bentuk selembar piagam nomor 08/TP/DS/tahun 1961. (mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template