Dasim Menilai Bupati Masih Cellica Lamban - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dasim Menilai Bupati Masih Cellica Lamban

Dasim Menilai Bupati Masih Cellica Lamban

Written By Mang Raka on Senin, 23 Januari 2017 | 14.00.00

TEMPURAN, RAKA - Setelah membuat pernyataan bahwa Cellica Nurachdiana di duga terima pelicin dari PT Pertiwi Lestari (PL), kini mantan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar kembali menyindir Ketua DPC Partai Demokrat Karawang tersebut.

Disela-sela resesnya di Dudun pondok Bales Desa Lemahsubur Kecamatan Tempuran Sabtu (2/10), Dasim sapaan akrabnya menyebut, bahwa masyarakat Karawang jangan berbangga memiliki Bupati cantik tapi tidak mampu membuat terobosan dan memecahkan masalah pertanian. "Nah itu, jadinya, makannya jangan bangga punya bupati cantik yang suka cipika-cipiki, tapi ada masalah gak mampu di pecahkan, harus getol tirakat dong biar di cintai masyarakatnya," Ungkap Dasim.
Dasim menambahkan dirinya saat ini prihatin karena banyak petani panen padi gagal, selain pupuk mahal tidak terkontrol distribusinya, juga saat panen harga gabah murah, tidak ada ketegasan Bupati dan DPRD panggil Bulog. Ia sarankan, Bupati, Asda 1 dan Komisi B bisa berikan terobosan, kalau dirinya, akan segera panggil Dolog," tegasnya.
Masih ditakan Dasem, punya stok pembelian gabah berapa pertahun. Kapan operasi pasar dijalankan dan hitung sesuaikan dengan kebutuhan petani, datangi dan beli jangan lihat rendemen, buruk dan jelek harus diserap. Tapi fakta dilapangan apa, Calo gabah dibiarkan berkeliaran, sudah gabahnya jelek dihargai pula dengan harga murah. Dimana keprihatinan Pemkan pada petani saat ini, apakah sulit bikin terobosan, dulu dirinya pasang Plang disejumlah sawah dengan tulisan anti Calo Gabah, kalau masih terjadi dimainkan calo, dirinya turun langsung bersama Kepolisian, mencari para oknum yang jawara-jawara menekan harga gabah petani. "Dulu saya pasang plang anti Calo gabah, turun langsung kesawah mencari para jeger-jeger itu, saya tantangin ayo kalau berani? Begitu dong," Ungkapnya.
Lebih jauh ia menambahkan, setiap kali reses dihadapan petani, saat ini banyak mengeluhkan harga pupuk bersubsidi mahal, bahkan sesekali langka. Disini siapa yang main Kalau dirinya dulu jadi Bupati, ada 13 Distributor pupuk, dimana satu distributor menggawangi 2 Kecamatan, kemana saja penjualannya, karna distributor banyak yang tidak punya gudang,  Begitu Delivery Order (DO) keluar dari Lini 1, Camat wajib hukumnya tongkrongi, benar gak yang turun itu sesuai dengan DO, begitupun saat turun ke kios-kios yang tidak disubsidi pemerintah, Kades juga wajib tongkrongi saat turunnya. Sehingga, jumlah pupuk yang sesuai dengan jumlah luas lahan sawah di karawang ini gak bakalan pernah kekurangan, bahkan harganya juga tidak terlalu mahal. Makannya, dirinya tanya, pernah tidak zamannya petani kelangkaan pupuk, karena dulu Camat dan Kadesnya takut dengan Bupatinya yang culas," Camat dan Kades sering saya perintah kerja yang bener, tongkrongi tuh pupuk saat turun, dulu mah pada takut, karena kalau kerjanya memble urusannya saya pecat tuh orang-orang Kecamatan, kalau Sekarang," Tanyanya.
Ia berharap, Komisi-Komisi di Fraksi Golkar jangan diam saja, apa susahnya panggil OPD bahkan Bupati urus persoalan ini. Kalau terus dibiarkan, pimpinan Karawang itu gak ada wibawanya, karena menjadi  Pemimpin harus bisa program terobosan dan pengetahuan mumpuni. Siapa yang menyematkan gelar Dadang Hotmix, sampai Kalimantan juga dirinya bangga bisa dikenal dengan Dadang Hotmix, itu tak lain karena bekerja dengan baik dan terobosan yang baik pula," Sering-seringlah Tirakat, puasa wedalan biar jadi pemimpin itu dihormati masyarakat, bukan baru setahun jadi Wabup, sudah buka-bukaan nyalon Bupati," Sindirnya.
Ketua DPD 1 Partai Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina yang ikut hadir dalam kesempatan reses tersebut mengatakan, posisi Partai Golkar memang masuk barisan Koalisi di Pemerintahan Cellica-Jimmy, tapi jika ada hal-hal yanhg tidak pro rakyat, Golkar akan menjadi partai terdepan mengingatkannya. Dulu, RPJMD yang sudah dituangkan Ade Swara- Cellica, tidak tuntas dengan baik, sekarang, Cellica-Jimmy jadi Bupati, juga melihat tidak ada program yang jelas dan prioritas. Karena, dirinya balik bingung ditengah anggaran besar, program prioritasnya tidak jelas. Pasar Karawang tidak pernah selesai, begitupun Cikampek dan lainnya. " RPJMD Ade-Celly gak selesai, sekarang gak jauh beda, mana yang jadi prioritas juga gak jelas," Sindirnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template