Cabai Rawit Merah Dioplos - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cabai Rawit Merah Dioplos

Cabai Rawit Merah Dioplos

Written By Mang Raka on Senin, 30 Januari 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA -  Wakil Bupati Karawang  Ahmad Zamakhsyari meminta Dinas Perdagangan dan Pasar bekerjasama dengan Bulog untuk memantau pergerakan harga cabai  di sejumlah pasar di Karawang. Itu perlu dilakukan untuk mencari solusi menekan harga cabai kembali ke harga normal.

"Jangan karena alasan cuaca ekstrim terus kita membiarkan harga cabai semakin tinggi. Kasihan masyarakat sudah mulai mengeluhkan kenaikan ini dalam waktu lama," kata bupati yang akrap disapa Jimmy itu, Minggu (29/1).
Menurut Jimmy kenaikan harga cabai saat ini sudah tidak rasional lagi dan perlu tindakan cepat dari pemerintah daerah. Meski kenaikan harga cabai ini terjadi secara nasional pemerintah daerah harus bisa mencari solusi sendiri untuk menekan harga cabai. "Makanya saya minta Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar, Hanafi segera turun ke pasar. kalau perlu menggandeng Bulog untuk mencari solusi menekan hargai cabai, jangan dibiarkan begini," katanya.
Jimmy mengaku hasil kunjungannya ke sejumlah pasar di Karawang, para pedagang cabai juga mengeluh dengan tingginya harga. Para pedagang diketahuinya mencari solusi sendiri untuk menekan hargai cabai agar tidak semakin mahal. " Seperti di Pasar Dengklok para pedagang kompak mencampur cabai rawit hijau dengan cabai rawit merah dengan harga Rp 62 ribu perkilonya. Padahal kalau dijual tidak dicampur harganya tinggi ini jadi lebih murah," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar, Hanafi mengaku Bulog Karawang hingga kini belum mengambil langkah untuk membantu pemerintah menekan harga cabai. Seharusnya Bulog juga ikut aktif dan turun ke pasar-pasar sekaligus membantu pemerintah daeah mencari solusi. "Sampai saat ini belum ada tindakan dari bulog itu yang saya tahu," kata Hanafi.
Hanafi menyebutkan naiknya harga cabai rawit di pasar Karawang saat ini akibat pasokan yang masih kosong di daerah sentral penghasil cabai. Karawang yang merupakan wilayah pertanian padi, masih sangat mengandalkan tanaman cabai dari luar daerah. “Pasokan cabai rawit di Karawang ini semuanya berasal dari luar daerah. Hanya sebagian kecil yang memang berasal dari Karawang,“ pungkasnya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template