Buruh Garmen Tuntut Batalkan PHK Massal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Buruh Garmen Tuntut Batalkan PHK Massal

Buruh Garmen Tuntut Batalkan PHK Massal

Written By Mang Raka on Jumat, 20 Januari 2017 | 13.00.00

*Serikat Buruh Gelar Aksi di PT Beesco Indonesia

PURWASARI,RAKA - Puluhan Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBGTS-GSBI) PT. Beesco Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan Pabrik PT Beesco Indonesia di wilayah Kecamatan Purwasari, Kamis (19/1). Aksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan tekstil tersebut terkait rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang rencananya sebanyak 500 buruh dan 1000 buruh dirumahkan agar dapat dibatalkan.

"PT Beesco Indonesia dan ASICS harus menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak normatif buruh, menghargai dan menjamin kebebasan berserikat bagi buruhnya dengan Sungguh-sungguh dan hentikan rencana PHK massal serta merumahkan kepada para buruhnya," tutur  Emus Mulyadi, Ketua Umum Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBGT-GSBI) PT Beesco Indonesia, saat dikonfirmasi Radar Karawang usai demonstrasi.
Ia melanjutkan, banyaknya keluhan yang digulirkan para buruh terhadap serikat yang ada di perusahan tersebut. Maka atas dasar pengaduan serta keluhan buruh agar dapat diberikan kebebasan serta keadilan untuk buruhnya. Agar hak-hak buruh dapat terpenuhi. "Atas nama kemanusiaan serta Hak Asasi Manusia, maka dengan ini kami TP.SBGTS-GSBI PT.Beesco Indonesia menyampaikan sikap dan tuntutan kami kepada PT.Beesco Indonesia dan ASICS. Bahwa ASICS dengan sengaja telah melakukan pelanggaran terhadap Kode Etiknya sendiri dan tidak  menghormati serta menghargai sama sekali kebebasan berserikat bagi buruhnya," tandasnya.
Tidak hanya itu, kedua perusahaan tersebut harus menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak normatif buruh diseluruh rantai pemasoknya di Indonesia, serta menghormati, menghargai dan menjamin kebebasan berserikat bagi buruhnya dengan sungguh-sungguh. Bahkan, menurut dia, sebanyak 6200 lebih buruh yang mayoritas didominasi kaum perempuan tersebut, tidak sedikit mengeruak berbagai pengaduan kepada lembaganya. Hal tersebut yang sangat dikwatirkan adanya rencana PHK Masal yang akan digulirkan perusahan tersebut.
"Dengan jumlah kurang lebih 6200 an buruh yang mayoritas perempuan dan tidak sedikit buruh yang melakukan pengaduan kepada serikat buruh bahwa banyak pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Beesco Indonesia serikat buruh di dirikan hingga saat ini, diantaranya yang sangat meresahkan saat ini adalah akan terjadinya PHK massal dan ribuan buruh yang akan di rumahkan, dengan alasan efisiensi serta kenaikan UPAH tahun 2017 yang terlalu tinggi," ujarnya.
Meski hal tersebut bukan pertama kali terjadi PHK buruh di perusahaan PT Beesco, menurutnya, kenaikan Upah yang setiap tahunnya terus terjadi. Menjadikan para buruh di perusahan tersebut sudah sering dilakukan PHK. "Sangat menyayangkan hal yang akan dilakukan PT.Beesco Indonesia karena kami beranggapan ini bukan hal yang baru dilakukan oleh perusahaan tersebut, ketika akan terjadi kenaikan upah," cetusnya.
Ia menyinggung, di tahun sebelumnya pun PHK tersebut telah digulirkan saat kenaikan Upah terjadi di daerah ini. Sehingga tidak sedikit buruh setiap tahunya kena PHK oleh perusahaan tersebut. "Saat membuka kembali pada tahun 2013 lalu Pasca Moker pihak PT.Beesco Indonesia Mem-PHK 38 Orang Pimpinan dan Korlap SBGTS-GSBI PT.Beesco Indonesia dengan alasan Habis Kontrak, yang sampai saat ini masih menjadi persoalan yang belum selesai, adapun  yang sudah masuk kembali dari 38 orang tersebut namun sampai saat ini terkait hak atas upah proses dan pesangon belum di Bayarkan," ucapnya.
Oleh sebab itu, dia berharap, agar persoalan PHK massal tidak kembali terjadi ditahun ini. Maka perusahaan tersebut telah melanggar hak - hak buruh selama ini. "Ironisnya, jika terulang kembali hal yang sama di tahun 2017 ini seperti di bulan November - Desember 2015 kami berpandangan bahwa PT.Beesco Indonesia telah melakukan pelanggaran hak-hak buruh demikian juga ASICS tidak benar-benar menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak normatif buruh diseluruh rantai pemasoknya di Indonesia. Bahwa Kode Etik dan Protokol Kebebasan berserikat yang di sepakati Asics," tegasnya.
Sementara ketika Radar Karawang menghubungi Polsek Purwasari, Ipda Muhammad Sulton. SH Kapolsek Purwasari, saat ditanyakan perihal adanya aksi demonstrasi di perusahaan Beesco Indonesia yang dilakukan serikat buruh yang ada lingkungan kerja Perusahaan tersebut tidak diketahuinya. Padahal keberadaan perusahaan berada dalam koridor hukum diwilayahnya. "Aksi apa itu, tidak ada info ke kita soalnya," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template