Bupati Diminta Fokus Garap Pariwisata - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bupati Diminta Fokus Garap Pariwisata

Bupati Diminta Fokus Garap Pariwisata

Written By ayah satria on Jumat, 27 Januari 2017 | 17.11.00

KARAWANG, RAKA - Pemerintah daerah yang sudah memasuki tahun anggaran ke dua dibawah kepemimpinan Bupati Wakil Bupati, dr. Cellica Nurrachadiana dan H Ahmad Zamakhsyari (Celli - Jimmy) didesak untuk fokus menggarap infrastruktur destinasi wisata.
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Elievia Khrissiana, ST mengatakan itu, kemarin. "Katanya sekarang mau fokus untuk meningkatkan PAD melalui sektor pariwisata. Coba buktikan, jangan hanya ngomong doang," tegas Elievia, kepada Radar Karawang, Kamis (26/1).
Dia menyampaikan, harus jelas programnya, destinasi wisata mana yang akan dikembangkan. Apakah Karawang Selatan, apakah Karawang Utara, atau ada daerah lain. Pengemangan destinasi wisata itu tentunya memerlukan anggaran yang besar, kalau hanya menggunakan APBD tentunya tidak akan cukup. "Pakai saja pihak ketiga. Agar bisa segera tuntas. Karawang harus dibuat cantik. Kayak Galuh Mas, itukan terlihat bagus," ucapnya.
Sementara untuk menunjang pengembangan destinasi wisata, pemerintah daerah yang menyelesaikan infrastruktur jalannya. Ini agar adanya sinergitas dalam pembangunan. Antara pihak pemerintah dengan pihak swasta. Dengan demikian percepatan pembangunan akan bisa dilakukan. "Pemrinth daertah itu sakti, punya anggaran, punya kewenangan, jadi pasti bisa, tapi dengan catatan, jangan ada kepentingan," tegasnya.
Dikatakan, selain memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang cukup tinggi, Karawang juga memiliki potensi yang sangat luar biasa. Potensi yang sangat terlihat adalah hadirnya industri dikota lumbung padi. Sebagai perbandingan, di Surabaya saja yang hanya ada 50 pabrik (industri) pembangunan bisa dilakukan sangat baik dan cepat. Sementara di Karawang yang memiliki ribuan pabri (perusahaan industri) tidak terlihat adanya pembangunan secara signifikan yang dilakukan oleh para pengusaha yang numpang di Karawang itu. "Panggil semua perusahaan yang ada di Karawang, bukannya ada Pertamina, Kujang, Peruri, dan lain sebagainya. Pemda tentukan titiknya agar mereka bisa ikut serta membangun karawang. Mellaui anggaran CSR nya," ujarnya.
Dia memberikan gambaran, yang paling harus dituntaskan dengan pembangunan yang menarik adalah gerbang tol masuk Karawang, baik itu gerbang tol Karawang Barat, Karawang Timur, Kalihurip, termasuk daerah-daerah perbatasan. Karena itu semua yang akan menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Karawang. "Dibikinlah Karawang itu eksklusif, bikin manis, untuk meningkatkan PAD. Jangan kalah sama Purwakarta," tegasnya.
Dia juga mempertanyakan hasil kunjungan kerja - kunjungan kerja yang dilakukan oleh Dinas/Instansi kedaerah-daerah yang sudah lebih baik pembangunannya dari pada Karawang. Terutama daerah-daerah yang mengembangkan destinasi wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya. "Kunjungn kerja yang dilakukan oleh Dinas / Instansi mana hasilnya ? Merekakan ada yang ke Bali ke Lombok, harusnya bisa menjadi referensi untuk membangun Karawang," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, Karawang juga sangat semrawut kaitan dengan penataan perkotaannya. Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bebas mangkal dimana saja. Kondisi pasar tumpah yang tidak kunjung tuntas, belum lagi bebasnya bongkar muat barang seperti beras dibahu jalan. "Kami di DPR padahal sudah membuat perda K3 dan perda PKLnya. Jadi sekarang giliran eksekutif yang bekerja. Menjalankan perda yang sudah ada itu," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Buat area wisata yg melintasi jalur pabrik bisa di ikut sertakan pendanaan melalui surat edaran peduli wisata dari pemda supaya bisa terrwujud menjadi tempat wisata yg tertata.misal nya area wisata loji,pantai pakis,walahar,dll ?

    BalasHapus
  2. Potensi Karawang Selatan (Karsel) harus jd prioritas, relevansinya dengan keberadaan kegiatan pabrik atau kelompok warga yg selama ini tergolong produktif bagi lingkungannya, mohon pemerintah dan warga memandang dengan jernih keberadaanya, karena semuanya pasti berdampak positif terhadap ekonomi setempat, jangan malah diambil kebijaksanaan yg mengarah kepada penghapusan pabrik atau aktifitas produktif tadi. Wasalam.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template