BPMPT Pasang Badan, Bela Cellica - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BPMPT Pasang Badan, Bela Cellica

BPMPT Pasang Badan, Bela Cellica

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Januari 2017 | 18.29.00

KARAWANG, RAKA - Tudingan anggota DPR RI Dadan S Muchtar terhadap Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, terkait uang pelicin sengketa lahan PT Pertiwi Lestari dengan petani di Telukjambe, dibela Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wawan Setiawan. Ia memastikan persoalan perizinan PT PL sama sekali tidak melibatkan Bupati Karawang.
"Untuk perizinan PT PL, itu murni kewenangan BPMPT (Sekarang DPMPTSP). Tidak ada secarik kertaspun yang ditandatangani oleh Ibu (Bupati)," ujar Wawan kepada media dalam keterangan persnya di ruang rapat DPMPTSP, Rabu (18/1).
Untuk memastikan bahwa Bupati sama sekali tidak ikut campur dalam perizinan PT PL, Wawan menuturkan kronologis dari mulai PT PL memohon pengajuan izin sampai dikeluarkannya izin. Menurutnya pada tanggal 21 April 2016 PT PL mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) dengan nomor surat 006/PL-EXT/IV/2016.
"Pengajuan atas nama Timotivs Simroni, adapun pengajuannya adalah pagar beton 1.728 m2, pagar kawat 17,499 m2, Pos Jaga 38,6 meter (2 unit),  Moviabel 20 fit (5 unit), Portal 3 unit Plang 30 unit," ujarnya.
Berdasarkan SOP yang tertuang dalam Perbup No 68/2015, setelah dokumen pengajuan perizinan masuk. Maka dilakukan verifikasi lapangan, itu dilakukan pada tanggal 29 Juni 2016. Adapun landasan haknya adalah HGB no 5, 11, 00030 (1998) yang berlaku ssampai dengan 6-02-2028.
Kemudian BPMPT menerbitkan surat IMB no 503/7040/719/IMB/VII/BPMPT/2016, pada tanggal 19 Juli 2016. Adapun izin yang dikeluarkan tidak semuanya yang dimohon diizinkan, yaitu pagar panbel beton T : 1,6 meter, induk : 11.021 m2, T : 2 meter, induk : 800 m2 sehingga kalau disatukan hanya 11.821 m2 yang izin pemagaran dikeluarkan. Ditambah izin portal besi 8 m2 (1 unit) dan 3 m2 (2 unit), pos jaga 2 buah (30 m2) dan 4 buah (9 m2). "Kami mengeluarkan izin atas dasar tim verifikasi. Proses izinnya juga baru keluar selama 3 bulan. Jadi tidak benar kalau izinnya itu diproses secara cepat. Pemda memang terima uang sebesar Rp 125.374.500, tapi itu masuk kas daerah (sebagai PAD)," paparnya.
Karena tidak seluruh yang dimohon dikeluarkan izinnya, maka pihak PT PL kembali mengajukan IMB pemagaran, pada tanggal 21 Juli 2016 dengan no surat 019/PL-EXT-VII/2016, atas nama Timotivs Simroni sebagai pemohon. Hasil verifikasi yang dillakukan tim teknis di lapangan, belum kondusif dalam artian karena tanah dalam kondisi sengketa. Selain itu, ada juga surat masuk ke BPMPT dari LVRI pada tanggal 24 Oktober 2016, maka BPMPT tidak mengeluarkan IMB atas permohonan IMB susulan dari PT PL. "Tetapi akhirnya BPMPT dapat teguran dari Ombudsman, dengan no surat 0533/KLA/1204.2016/DS-42/T3/XII/2016, pada tanggal 28 Desember 2016, hal permintaan klarifikasi mengenai permasalahan permohonan IMB a/n PT Pertiwi Lestari," ujarnya.
Menjawab surat dari Ombudsman, maka pihak BPMPT melayangkan surat ke Ombudsman pada tanggal 13 Januari 2017, perihal klarifikasi permasalahan permohonan izin mendirikan bangunan atas nama PT Pertiwi Lestari.  "Kita bisa lihat, yang ditegur oleh Ombusdman juga BPMPT, bukan Bupati Karawang. Karena memang kaitan dengan perizinan. Ini kewenangan BPMPT," ujarnya.
Sementara saat kondisi di lapangan sudah mulai ramai, kemudian pihak forum komunikasi pimpinan daerah, termasuk Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana turun tangan untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Turunnya Muspida juga bukan berdasarkan pada perizinan, tetapi karena kondisi sosial yang dinilai sudah cukup rawan. "Jadi, itu kaitan dengan kondisi sosial, kerawanan sosial, makanya forum komunikasi pimpinan daerah turun tangan," pungkasnya.
Sementara itu, Humas PT Pertiwi Lestasi Agus Rijanto, tidak mau berkomentar lebih jauh terkait persoalan Dadang dengan Cellica. "Karena itu tuduhan dari pak Dadang ditujukan kepada ibu cellica, maka kami tidak dalam kapasitasnya menjawabnya," ujarnya dalam pesan singkat. (zie/psn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. wahh pak dasim jangan ngomong sembarangan pak,asal jeplak aja..
    Hati2 pak mulutmu harimaumu.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template