Berantas Jentik Nyamuk Jumantik Datangi Rumah Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berantas Jentik Nyamuk Jumantik Datangi Rumah Warga

Berantas Jentik Nyamuk Jumantik Datangi Rumah Warga

Written By Mang Raka on Jumat, 13 Januari 2017 | 16.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Telukjambe Timur bekerjasama dengan kader juru pantau jentik (Jumatik) masing-masing desa di wilayah kecamatan itu melakukan pemberantasan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi berkembangnya nyamuk demam berdarah

Kader Jumantik memegang peranan penting karena merupakan ujung tombak dalam upaya pemberantasan jentik nyamuk. Pembinaan kepada setiap kader akan dilakukan agar pemantauan yang dilakukannya optimal. Jumantik yaitu singkatan dari Juru Pemantau Jentik adalah petugas khusus yang berasal dari lingkungan sekitar yang secara sukarela mau bertanggung jawab untuk malakukan pemantauan jentik nyamuk DBD yakni aedes aegypti di wilayahnya, serta melakukan pelaporan ke kelurahan secara rutin dan berkesinambungan.
Kegiatan dan tugas jumantik dalam memantau wilayah, melakukan pengecekan tempat penampungan air dan tempat yang dapat tergenang air bersih, apakah ada jentik dan  sudah tertutup rapat. Untuk tempat air yang sulit dikuras diberi bubuk larvasida seperti abate, membasmi keberadaan kain atau pakaian yang tergantung di dalam rumah. Mengecek kolam renang dan kolam ikan agar bebas dari jentik nyamuk juga menyambangi rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk cek jentik.
Menurut Ipin kaspin.S.Kep, Kasubag Puskesmas Telukjambe Timur, jumantik harus mendapatkan pelatihan khusus jumantik dan tinggal di dekat wilayah pantau jentik nyamuk DBD. Pemantauan dilakukan satu kali dalam seminggu biasanya di hari jum,at pada pukul pagi hari. "Jika ditemukan jentik nyamuk maka petugas berhak memberi peringatan kepada penghuni dan pemilik untuk membersihkan atau menguras agar bersih dari jentik. Jumantik lalu membuat catatan dan laporan yang diperlukan untuk dilaporkan ke kelurahan dan kemudian dari kelurahan dilaporkan ke instansi terkait atau vertikal," paparnya.
Hal senada pun diutarkan Ahmad Tirtana.Amk, dirinya menerangkan perkembangan demam berdarah di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur memang sudah menurun di banding tahun sebelumnya. Apalagi kini ada keterlibatan Jumantik dan pihak swastanisasi dalam bentuk keperduliannya melalui CSR. Hanya saja tidak semua mendapatkan program tersebut karena tergantung wilayahnya. "Hanya saja sekarang perkembangan demam berdarah tidak dalam musim hujan kang melainkan di perubahan cuaca dalam pancaroba,Dan sekarang malah di wilayah Teluk jambe timur kota yang epidemi tersebut cepat berkembang karena wilayah Teluk jambe timur merupakan wilayah Urban," terangnya.
Kader Jematik, Ira Kusmaya (29) menyampaikan, peran aktif dari semua pihak terutama sejak berjalannya program Kader Juru pemantau jentik (Jumantik) yang ditempatkan di masing-masing RT membuat perkembangan penyakit tersebut mampu di minimalisasi. "Setelah terbentuk kader Jumantik yang ditempatkan dimasing-masing RT dengan tugas memberikan sosialisasi tentang bahaya DBD kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate sebagai langkah antisipasi membunuh jentik nyamuk, angka suspect semakin menurun. Dan mudah-mudahan akan tetap seperti sekarang ini," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template