Angka Kecelakaan di Indonesia Peringkat Empat Dunia - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Angka Kecelakaan di Indonesia Peringkat Empat Dunia

Angka Kecelakaan di Indonesia Peringkat Empat Dunia

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Januari 2017 | 18.27.00

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kecelakaan lalu lintas bakal menduduki peringkat kelima penyebab kematian penduduk dunia pada tahun 2030. Sedangkan Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga di Asia, negara yang paling banyak angka kecelakaannya. Sementara di dunia, berada di peringkat keempat.
Tidak mengejutkan memang melihat nama Indonesia berada di daftar ini, mengingat banyaknya pengendara di Indonesia yang kerap kali kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas. Indonesia menjadi negara ketiga di Asia di bawah Tiongkok dan India, dengan total 38.279 total kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2015. Meskipun Indonesia secara data memang menduduki peringkat ketiga, namun dilihat dari presentase statistik dari jumlah populasi, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan angka kematian 0,015 persen, dari jumlah populasi di bawah Tiongkok dengan presentase 0,018 persen dan India 0,017 persen. WHO juga merilis data bahwa regulasi lalulintas di Indonesia tidak begitu tegas mengatur tentang praktik mengatur kecepatan dalam berkendara, mengemudi di saat mabuk, memakai helm, penggunaan sabuk pengaman dan keamanan anak selama berkendara. Selain Indonesia, Amerika Serikat, Pakistan, Nigeria dan Bangladesh juga masuk dalam daftar negara dengan angka kematian tertinggi dari kecelakaan lalu lintas di dunia.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Nugroho Respati mengatakan, di Indonesia setidaknya terjadi 12 kecelakaan setiap jam. Kecelakaan itu menimbulkan korban meninggal rata-rata 3 jam dalam satu jam. Dengan angka tersebut, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat ketiga dalam penyebab kematian di Indonesia. Dalam satu tahun, kecelakaan itu menimbulkan kerugian hingga Rp 255 miliar. "Setiap jam terjadi 12 kecelakaan, yang meninggal 3 dalam satu jam di Indonesia. Kalau dikalikan itu bisa menjadi 69 sampai 70-an orang. 100.000 kecelakaan dengan 26.000 korban jiwa, kerugiannya 255 miliar dalam satu tahun," tutur Nugroho.
Karena itu, pengendara selalu disarankan untuk tidak berkendara agresif dan menjaga perilaku berlalu lintas yang baik. "Berbicara masalah attitude berkendara, dengan penjualan mobil 1 juta dan 7,9 juta motor setahun, kita lihat jalan-jalan raya lebih banyak kendaraan motor. Kalau tidak dibarengi attitude, jalan makin parah," kata Duta Safety Driving yang juga pebalap nasional, Rifat Sungkar. (jp/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template