Anak Hiperaktif Dirantai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Anak Hiperaktif Dirantai

Anak Hiperaktif Dirantai

Written By Mang Raka on Senin, 23 Januari 2017 | 12.00.00

-Alasan Orangtua, Demi Keselamatan

KOTABARU, RAKA - Tragis. Erik (8), bocah hiperaktif di Dusun Cariu Barat RT 01/RW 01, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, satu minggu belakangan ini dirantai oleh ayah kandungnya, Ahmad (44).
Lelaki yang kesehariannya menjahit boneka itu mengaku terpaksa merantai anaknya, karena khawatir terjadi hal buruk. Pasalnya, tidak jauh dari rumahnya, banyak kolam bekas penggalian tanah liat. "Erik anaknya baik, tapi dia gak pernah diam. Saya takut dia ke empang (kolam), jadi saya putuskan untuk dirantai," ucapnya kepada Radar Karawang, Sabtu (21/1).
Ia melanjutkan, keputusannya untuk merantai sang anak, sudah dilakukan satu minggu ini. "Biasanya diikat tali rapia. Tapi Erik bisa melepaskan diri," ujarnya.
Kakek Erik, Masdukih (71) mengatakan, anak yang ditinggalkan ibu dari usia 1 bulan karena bercerai, itu diurusnya hingga berusia delapan tahun. Bersama sang anak, mereka tinggal di rumah gubuk bertiga. "Erik gak bisa bicara, namun dia sangat aktif dan gak mau diam," ucapnya.
Menurutnya selama ini Erik kurang perhatian dari kedua orangtuanya. Akibatnya, Erik terlihat berbeda dengan anak-anak seusianya. "Saya mengharapkan Erik bisa bicara, dan bersikap seperti anak biasanya," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari yang mendengar informasi tersebut, mendatangi kediaman Erik. Setelah mengetahui persoalan yang dihadapi keluarga tersebut, akhirnya Jimmy membawa Erik ke Pesantren Athoria, Purwasari. "Erik akan saya bawa ke Purwasari, ke salah satu pesantren untuk diobati," ucapnya.
Ia mengatakan, kondisi Erik sangat tidak wajar, karena dialami di usia yang masih kanak-kanak. "Hari Senin atau Selasa, kalau Erik diketahui memiliki penyakit, saya akan membawanya ke RSUD Karawang. Biaya saya yang tanggung," ucapnya.
Menurut Jimmy, di Karawang tidak boleh terjadi lagi kasus pemasungan apapun alasannya. Jika ada warga yang mengalami gangguan jiwa dan karena faktor ekonomi tidak bisa berobat, pemerintah akan membantu hingga sembuh. Oleh karena itu, dia berharap agar aparat desa pro aktif membantu pemerintah mensosialisaikan hal ini kepada warganya. "Harapan saya kepala desa dan jajarannya jangan menganggap kasus ini sebagai hal sepele. Saya akan sampaikan nanti saat pertemuan dengan para kepala desa," pungkasnya. (mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template