Anak-anak Muda Tionghoa Mulai Tinggalkan Bahasa Leluhur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak-anak Muda Tionghoa Mulai Tinggalkan Bahasa Leluhur

Anak-anak Muda Tionghoa Mulai Tinggalkan Bahasa Leluhur

Written By ayah satria on Jumat, 27 Januari 2017 | 17.09.00

KARAWANG, RAKA - Menyambut perayaan tahun baru Imlek 2017/2568, sejumlah remaja keturunan Tionghoa sibuk dengan berbagai kegiatan. Mulai dari membagikan 200 paket sembako, tradisi Fang Seng hingga ritual pelepasan ikan ke alam bebas, sebagai bentuk doa bertekad melestarikan lingkungan. Namun, sebagian dari mereka ternyata tidak lagi menggunakan bahasa leluhurnya sebagai percakapan sehari-hari. Bahkan ada yang tidak mengerti sama sekali.
Panitia pembagian sembako di Klenteng Hip Thian Kiong, Jalan Ir H Juanda, Karawang Barat, Gerry, misalnya. Bahasa Mandarin sudah tidak lagi digunakan walaupun saat berbicara dengan sesama keturunan Tionghoa. Lelaki yang biasa dipanggil Tjo, ini mengatakan, bahasa Mandarin yang masih digunakan hanya penamaan uang seperti goceng (Rp 5 ribu) dan ceban (Rp 10 ribu). "Sudah tidak lagi berbahasa Mandarin," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Hal serupa juga dikatakan Gendi. Pria yang juga bernama Tjo, ini sudah tidak lagi menggunakan bahasa Mandarin. Setiap hari, dia berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. "Nama Tionghoa saya Tjo, tapi sudah tidak saya gunakan," katanya.
Sedangkan Bowo, pemuda yang aktif di Klenteng Hip Thian Kiong, ini juga mengaku tidak bisa bahasa Mandarin. Bahkan, dia tidak memiliki nama Tionghoa. "Tapi saya tetap aktif bersama teman-teman," ujarnya.
Menurut Jhon Saputra, saat ini bahasa Mandarin sudah terkikis di Karawang. Banyak generasi muda keturunan Tionghoa tidak lagi menggunakan bahasa leluhurnya, bahkan ada yang tidak mengerti sama sekali. "Memang tidak semua, kecuali bagi pendatang di Karawang," ungkapnya.
Lelaki bermarga Than yang aktif di komunitas remaja Tionghoa Karawang, ini juga mengungkapkan, tidak lagi menggunakan bahasa Mandarin dalam pergaulannya. "Saya setiap hari berbahasa Indonesia," katanya.
Pergaulan anak-anak muda Tionghoa juga sudah melebur dengan anak muda Karawang. Ivan Kamaludin Salim misalnya. Dia mengaku sudah lama berkumpul dan aktif di kegiatan komunitas remaja Tionghoa. "Kita ngobrol bareng, kegiatan bareng sesama Tionghoa," ujarnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template