Aktivitas Mahasiswa Karawang saat Imlek di Tiongkok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aktivitas Mahasiswa Karawang saat Imlek di Tiongkok

Aktivitas Mahasiswa Karawang saat Imlek di Tiongkok

Written By Mang Raka on Senin, 30 Januari 2017 | 18.57.00

-Diisi Lomba Agustusan Hingga Makan Bersama

Indonesia memang memiliki beragam suku, agama, ras dan budaya. Tapi satu sama lain saling menjaga, menghormati. Perayaan Imlek misalnya, setiap tahun masyarakat Karawang menikmati sajian beragam hiburan khas Tionghoa. Dimulai di hari pertama penanggalan Tionghoa, dan berakhir pada hari ke lima belas lewat perayaan Cap Go Meh.
Alfin Fa'is Bara Mentari, mahasiswa asal Bubulak No 07C RT 05/08 Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, dan Reggy Sukma asal Dusun Poponcol RT 05/02 Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, yang menimba ilmu di Liuzhou City Vocational College University, secara khusus membeberkan suasana Imlek di tanah asalnya, Tiongkok, Sabtu (28/1) kemarin.
Liuzhou ungkap Alfin, kota tempat dirinya berada sekarang untuk menuntut ilmu, nampak suasana tak biasa dibanding dari hari-hari lainnya. tahun ini, dirinya berkesempatan merayakan perayaan tahun baru Imlek di Negeri Tirai Bambu, tanah asal perayaan tersebut. Sejak tanggal 25 Januari 2017, Liuzhou City Vocational College atau biasa disingkat LCVC, mengadakan acara perayaan tahun baru Imlek, khusus bagi para mahasiswa asing yang sedang menimba ilmu di Tiongkok. Bukan hanya Indonesia, tetapi juga mahasiswa asal Uzbekistan dan Tajikistan, pun ikut bersama merayakan perayaan tahun baru Imlek. Berbagai acara dimulai dari perlombaan layaknya 17 Agustus, pentas seni, dan diakhiri dengan acara makan bersama para mahasiswa asing dan petinggi LCVC, serta jajaran walikota Liuzhou. “Saya sangat senang ketika banyak mahasiswa asing yang belajar di sini. Itu membuat sekolah ini sebagai sekolah dengan mahasiswa asing terbanyak di Liuzhou, dan ikut serta merayakan kemeriahan Imlek bersama," ungkapnya.
Dirinya bersama mahasiswa lainnya dari berbagai kabupatn/kota di Indonesia, menghadirkan budaya asli kebanggaan tanah air seperti angklung dan tari piring, begitupun mahasiswa asal Uzbekistan dan Tajikistan. Tidak hanya itu, sambung Alfin, dirinya juga menampilkan kebudayaan Tiongkok yang sudah mereka pelajari selama disini, yaitu Shufa.
Shufa sebutnya, merupakan seni menulis tradisional Tiongkok. Secara etimologis Shu berarti tulis, sedangkan fa berarti teknik. Seni melukis ini telah berusia sekitar 6000 tahun. Dan itulah sambungnya, yang menjadi daya tarik mahasiswa Indonesia untuk mempelajari kesenian tersebut. "Kami mahasiswa asing disini senang bisa ikut merayakan perayaan tahun Imlek di tanah asalnya, bisa menghargai kebudayaan asing yang baru ditemui. Dan yang paling penting bisa memperkenalkan salah satu kebudayaan kebanggaan Indonesia di mata dunia," ujar Penerima beasiswa dari PT Saic General Motor Wuling (SGMW) ini.
Sementara itu, mahasiswa lainnya, sudah 2 mingguan terakhir kembali di Indonesia. Karena selama perkuliahan, dirinya sudah masuk masa magang. Saat ini, dirinya tengah magang di salah satu perusahaan di kawasan Delta Mas, sehingga tahun ini dirinya tidak lagi merayakan Imlek di Tiongkok. "Namun, perayaan tahun baru negeri ini cukup meriah dan menjadi hari libur," tuturnya.
Maklum saja, saat Idul Fitri, mahasiswa asal Indonesia tidak bisa pulang kampung dulu, karena di Tiongkok tidak ada kalender tanggal merah di hari besar perayaan umat muslim tersebut. Beda dengan Imlek, selain libur nasional, mahasiswa juga leluasa libur di hari itu. Bahkan bisa merasakan atmosfer perayaannya yang mengesankan," Kita merasakan tahun-tahun sebelumnya atmosfer tahun baru imlek ini," pungkas mahasiswa yang tinggal di Kota Liuzhou, Provinsi Guangxi, Tiongkok Selatan ini. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template