5 Ribu Buruh Dipecat, 1 Pabrik Gulung Tikar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 5 Ribu Buruh Dipecat, 1 Pabrik Gulung Tikar

5 Ribu Buruh Dipecat, 1 Pabrik Gulung Tikar

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Januari 2017 | 19.55.00

KARAWANG, RAKA - Menjadi daerah berupah tertinggi di Indonesia, ternyata berefek buruk bagi buruh yang bekerja di perusahaan bermodal cekak.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang memprediksi 18 ribu buruh akan kehilangan pekerjaan, karena kena PHK dan kontrak kerja berakhir. Bahkan, saat ini sudah ada tiga perusahaan yang tercatat akan melakukan PHK massal. Yaitu PT Bina Karya Manunggal (BKM) Klari sebanyak 1.200 karyawan, PT Beesco 500 karyawan, sedangkan PT Hansai menyatakan akan segera tutup dan mem-PHK 1000 orang. "Ini belum termasuk yang akan dirumahkan," ungkap Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang Suroto, Selasa (3/1) kemarin.
Jika dibandingkan dengan tahun 2015, kata Suroto, jumlah pengangguran tahun 2016 mengalami penurunan, yaitu 113.838 orang. Sedangkan tahun ini, kemungkinan terjadi lonjakan angka pengangguran akibat banyak perusahaan yang melakukan PHK. "Awal tahun sudah 5 ribu orang kena PHK. Biasanya puncaknya di pertengahan tahun ini," tuturnya.
Suroto tak menampik jika langkah sejumlah perusahaan mengambil tindakan tersebut, tidak lepas dari tingginya UMK di Karawang. Upah yang mencapai Rp 3,6 juta bagi sektor teksil sandang dan kulit, memiliki dampak cukup besar terhadap operasional perusahaan. "Perusahaan di sektor TSK ini kan padat karya, sehingga membutuhkan orang banyak ketimbang mesin. Jadi ketika UMK naik otomatis mereka ikut berdampak," terangnya.
General Manager PT Beesco Asep Agustian mengatakan, kebijakan Pemkab Karawang untuk menaikkan UMK, cenderung berpihak pada kepentingan politik, tanpa memperhitungkan dampak dari kebijakan tersebut. Kenaikan upah menjadi Rp 3,6 juta per bulan membuat sejumlah pengusaha di sektor teksil, sandang dan kulit (TSK) terancam gulur tikar, atau setidaknya melakukan PHK. "Dengan upah sebesar itu, kami terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 500 karyawan. Dan sebanyak 1000 karyawan akan dirumahkan," tegas Asep.
Dikatakannya, dari 6.500 karyawan, 70 persen diantaranya merupakan lulusan sekolah dasar (SD) dan SMP, serta rata-rata non sklil. Sedangkan jika dilihat dari segi usia, rata-rata sudah diatas 25 tahun. Dan hampir 85 persen merupakan warga Karawang asli. "Tentu PHK terhadap mereka, akan menambah angka pengangguran," kata Asep.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Karawang sudah merekomendasikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) variatif. Untuk UMSK 1 atau TSK (Tekstil, Sandang, Kulit) yakni 8,5 persen. Lalu untuk kenaikan UMSK 2 (sektor plastik dan karet) yakni 9 persen, sedangkan untuk UMSK 3 (rokok, tembakau, makanan dan minuman) yakni 9,5 persen dan yang terakhir UMSK 4 (otomotif, logam, elektrolit, kimia) mengalami kenaikan hingga 10.5 persen. Artinya upah pada sektor UMSK 1 sebesar Rp 3.616.017. Kemudian UMSK 2 menjadi Rp 3.949.887. Sedangkan UMSK 3 Rp 4.151.145 dan yang terakhir adalah UMSK 4 adalah Rp 4.207.536. (ops)

Dampak UMK Naik

PT Bina Karya Manunggal
1.200 buruh dipecat

PT Beesco
500 buruh dipecat
1000 buruh dirumahkan

PT Hansai (gulung tikar)
1000 buruh dipecat

Jumlah Pengangguran

Tahun 2015
114 ribu orang

Tahun 2016
113.838 orang

Tahun 2017
Januari
5.000 orang

Upah Minimum Kabupaten

Sektor Tekstil, Sandang, Kulit
Rp 3.616.017
Sektor Plastik dan Karet
Rp 3.949.887
Sektor Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman
Rp 4.151.145
Sektor Otomotif, Logam, Elektrolit, Kimia
Rp 4.207.536


Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template