Warung di Tanah PJT Sempat Dipungli - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warung di Tanah PJT Sempat Dipungli

Warung di Tanah PJT Sempat Dipungli

Written By Mang Raka on Kamis, 29 Desember 2016 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Deretan warung di Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari yang dibangun di atas tanah Perum Jasa Tirta (PJT) II, masih aman dari pembongkaran.
Pemandangan berbeda terjadi di Dusun Bakan Kondang, Desa Tanjung Rasa Kaler (Lurah Dadang), Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Warung-warung tersebut sudah rata dengan tanah.
Sekretaris Desa Cikalongsari, Yuyun Yuliana mengatakan, sudah satu bulan lalu pihak PJT II melayangkan surat yang ditandatangani oleh Asisten Manager Operasional STT, Unit Usaha Wilayah III, Kasa Widjaja, kepada para pedagang di atas tanah PJT II, namun belum dipastikan kapan pembongkaran dilakukan. "Surat peringatan seperti inikan sudah berkali-kali kami terima. Tapi memang gak pernah dibongkar," ujar Yuyun di ruang kerjanya kepada Radar Karawang.
Dia menyampaikan, ada sekitar 30 warung yang dibangun di atas tanah PJT II dan masuk Desa Cikalongsari. Sebagian masuk RT 01/06, Dusun Cikalong III, dan ada juga yang masuk RT 02/05, Dusun Cikalong III, Desa Cikalongsari. "Kami berharap kalau nanti ada pembongkaran, warga tetap menjaga kondusifitas. Jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sementara seorang pedagang yang berada di perbatasan Subang-Karawang, Ano (45) menyampaikan, para pemilik warung membongkar sendiri bangunannya agar bisa memanfaatkan material yang ada. "Katanya hari ini (kemarin) hari terakhir kami jualan di warung ini (yang dibangun di atas tanah PJT II), makanya saya bongkar sendiri lebih dulu, daripada sama Pol PP kan," ujarnya.
Meski demikian, dia mengaku merasa sedih, karena warung tersebut menjadi sumber mata pencaharian untuk menghidupi keluarga puluhan tahun. "Saya warga sini, warga Dusun Bakan Kondang, Desa Tanjung Rasa Kaler, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Kalo yang diseberang itu, masuknya Desa Cikalongsari, Kabupaten Karawang. Tapi gak tahu kenapa belum dibongkar," ujarnya.
Sebelum dilakukan pembongkaran, para pedagang sudah melakukan negosiasi terhadap pihak PJT II, kepolisian, TNI dan Satpol PP. Tetapi tidak ada keringanan. "Kami minta (pembongkaran) sampe setelah lebaran Idul Fitri yang akan datang. Itu juga nggak dikabul. Sampai minta setelah tahun baru juga gak dikabul. Makanya dibongkar sekarang," ujarnya.
Disinggung mengenai ada bayaran atau tidak secara rutin kepada pihak PJT II, dia mengaku sudah 5 tahun terakhir ini tidak ada pungutan, atau tidak membayar ke siapapun. Karena menurutnya, kalau ada bayaran secara rutin, maka bisa jadi warga akan mendemo dan bisa jadi meminta ganti rugi. "Sudah 5 tahun ini memang gak ada pungutan. Kalau sebelumnya ada," ujar Ano yang enggan menyampaikan berapa besar sebelumnya melakukan pembayaran secara rutin dan kepada siapa. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template