Turubuk Bisa Hidup di Telagasari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Turubuk Bisa Hidup di Telagasari

Turubuk Bisa Hidup di Telagasari

Written By Mang Raka on Jumat, 02 Desember 2016 | 15.30.00

TELAGASARI, RAKA - Tanaman sayuran turubuk merupakan tanaman khas asli Karawang dari Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Namun, lewat tangan-tangan petani handal, sayuran yang juga dikenal dengan nama telur jagung ini, bisa berkembang di daratan rendah Kecamatan Telagasari.
Selain dimanfaatkan daunnya untuk pakan ternak, turubuk yang dihargai Rp 1.000 perbatang ini juga bernilai ekonomis. Penyelia tanaman Wawan Kawista mengatakan, turubuk hanya bisa ditemui di Karawang, itupun tidak semua kecamatan memilikinya, karena hanya tumbuh didataran tinggi seperti Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan.
Namun, pengembangan sayuran asli Karawang ini, turubuk yang sempat menjadi perhatian istri Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan di sela-sela Expo tanaman buah dan sayur se-Jabar ini, juga mulai dikembangkan percobaannya di wilayah dataran rendah seperti Telagasari.
Meskipun belum mencapai puluhan hektar karena ditanam di kebun-kebun pribadi, turubuk dengan perawatan khusus ini tumbuh sama dengan usia masa panen sampai 9 bulan lazimnya tebu.
Karenanya, pengembangan ini harus didorong lebih luas karena cukup bernilai ekonomis. "Di Telagasari juga bisa tumbuh normal, kita coba kembangkan," ujarnya.
Lebih jauh Wawan menmabahkan, soal rasa diakuinya, turubuk yang tumbuh di Telagasari ini kurang manis dibanding yang tumbuh di Tegalwaru. Tapi menurutnya bisa ditingkatkan kadar kalium dalam perawatannya. Dalam satu anakan, tumbuh 7-9 anakannya, sehingga jika dijual ekonomis, satu batang dihargai Rp 1.000.
Menurut Wawan, ini bisa diolah ke berbagai jenis makanan seperti, nuget turubuk, sayur, sate turubuk hingga abon. Bahkan daun-daunnya bisa menjadi alternatif pakan ternak. Ia berharap, pengembangan turubuk ini semakin meluas, mengingat mulai banyaknya makanan olahan yang diracik dari bahan turubuk ini. "Bisa diolah jadi nuget, sayuran, abon, sampai sate turubuk. Tinggal dikembangkan saja," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template