Sri Rahayu: Sulit Mencari Kader Partai Perempuan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sri Rahayu: Sulit Mencari Kader Partai Perempuan

Sri Rahayu: Sulit Mencari Kader Partai Perempuan

Written By Mang Raka on Rabu, 28 Desember 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Ketua DPD Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina mengaku kesulitan untuk mendapatkan kader perempuan yang siap membesarkan partai, siap bertarung dan siap menang pada pemilihan legislatif (Pileg) yang akan digelar 2019 mendatang. Dia menargetkan pada pileg mendatang golkar bisa meraih 14 kursi dan 30 persennya adalah kader perempuan.

"Memang sulit mencari kader perempuan. Terutama yang siap berjuang, siap tempur dan siap menang. Saya saja sekarang baru dapat 5 kader perempuan yang benar-benar siap," ujar Sri dilingkungan Stadion Singaperbangsa Karawang seusai pembukaan Porkab, Selasa (27/12).
Dia menyampaikan, selama ini partai politik hanya asal comot untuk mencantumkan perempuan masuk daftar calon legislatif. Hanya untuk memenuhi kuota 30 persen sesuai perundang-undangan yang berlaku. Melihat fenomena tersebut, dia mengaku merasa miris, pasalnya tidak semestinya perempuan hanya dijadikan pelengkap saja dalam perhelatan politik di daerah maupun nasional. Tetapi perempuan harus memiliki posisi dan porsi yang sama dengan laki-laki dalam berpolitik. "Caranya, setiap partai harus melakukan proses kaderisasi dengan baik. Terutama bagi perempuan," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, saat ini Pengurus DPD Golkar Karawang sudah melakukan road show untuk bisa menggali potensi yang dimiliki. Tentu tujuannya adalah untuk bisa menjadi pemenang dalam pileg 2014 mendatang. "Kalau sekarang baru 8 kursi. 2019 mendatang saya akan bawa golkar untuk bisa merebut 14 kursi dan jadi pemenang. 30 persen dari 14 kursi itu tentu harus perempuan," ujarnya.
Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Riesza Afiat mengatakan, mengenai keterwakilan perempuan di parlemen sudah perjuangkan dari berbagai lini, sejauh ini bisa dianggap cukup berhasil. Hanya saja ada yang menjadi kontraproduktif, meski sudah diberikan ruang lebih agar perempuan bisa masuk parpol dan mencalonkan sebagai legislatif 30 persen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Sekarang rata-rata keterwakilan perempuan hanya 17 persenan, apalagi di daerah, hanya 14 persen. Padahal perempuan mempunyai kekuatan yang luar biasa disetiap kancah politik," ujarnya.
Menurutnya, secara statistik jumlah, perempuan juga memiliki keunggulan yang luar biasa bahkan sering disebut multitasking. Karenanya hanya tinggal menunggu selesainya Rancangan Undang-undang yang masih dalam pembahasan di DPR dan masih memiliki waktu kurang lebih 5 bulanan. Sedangkan diwaktu yang sangat singkat tersebut, masih ada dualisme pemikiran yang berbeda, ada yang menginginkan kembali pada sistem pemilu tertutup dan ada yang ingin sistem proporsional terbuka. "Kami masih mengkaji Undang-undang Pemilihan Umum bersama pihak provinsi, sebab ada beberapa hal yang masih menjadi ambigu ketika ada pasal-pasal yang masih berbenturan," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Iya dong kesetaraan GENDER itu harus Di tingkatkan 😀Dlm Kacah Politik . AKSES nya harus di buka lebar.#Potensi~produktivitas ~kreativitas ~Profesionalnya # PEREMPUAN itu tidak Kalah dari laki laki .perannya Double lagi: Sebagai Istri,ibu,pekerja!!!!!!👍🏽😉

    BalasHapus
  2. Udah gitu para suami !!!!!! Nuntut KITA hrs selalu tampil cantik lagi , teu nanaon bisa -bisa. Yg pentingmah ulah di candung 😀😀😀😀😀

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template