SMPN 1 Jatisari Tampil Beda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMPN 1 Jatisari Tampil Beda

SMPN 1 Jatisari Tampil Beda

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 15.30.00

- Pembagian Raport Dipadukan Pentas Seni

JATISARI, RAKA - Ada yang berbeda dalam pembagian raport di SMPN 1 Jatisari, jika tahun sebelumnya raport dibagikan biasa saja, kali ini dimeriahkan dengan pentas seni. Selain itu, orangtua siswa juga diwajibkan hadir untuk memotivasi siswa saat tampil dalam pentas seni tersebut.
Kepala SMPN 1 Jatisari, H Triwinarna S.Pd mengatakan, kegitan ini bertujuan memotivasi anak dalam menumbuhkan keinginannya untuk bisa memunculkan bakat-bakat yang di miliki oleh siswa-siswi untuk bisa berkarya. "Kegiatan ektrakurikuler ini kita tampilkan, supaya bisa memotivasi anak-anak yang lain," ucapnya, kepada Radar Karawang, Kamis (22/12) kemarin.
Ia mengatakan, selain untuk memotivasi anak-anak didiknya, acara ini juga bertujuan untuk membuktikan dan meyakinkan kepada setiap orangtua, bahwa apa yang di lakukan setiap sore hari berlatih ekskul itu bisa ditunjukan. "Kegiatan ini supaya orangtua tahu, bahwa sekolah berjuang untuk mendorong akan bakat-bakat yang di miliki," ucapnya.
Ia berharap, orangtua bisa mendorong anak-anaknya untuk bisa mengikuti ektrakurikuler, karena yang mengikutinya belum ada separuh dari siswa yang dimilikinya. Tujuannya, agar anak tidak terjerumus terhadap kegiatan-kegiatan yang negatif, contohnya seperti tawuran dan lainnya. "Gunakan kegiatan sebaik-baiknya, hindari kegiatan negatif, karena hanya akan merugikan diri sendiri," ucapnya.
Ajeng Mustikaning Phitaloka (14), salah satu siswa yang mengikuti ektrakurikuler tari jaipong mengatakan, menjadi penari jaipong merupakan keinginannya sejak duduk di bangku kelas 5 SD. "Kesenian tradisional budaya sunda tidak boleh tidak ada," ucapnya.
Ia juga mengatakan, kesenian tradisional yang terus memudar, menjadikannya semangat dalam mempertahankan kebudayaan, karena hal tesebut yang sangat perlu untuk bisa di budayakan, khususnya di Kabupaten Karawang yang merupakan wilayah Sunda. "Saya pengen terus melestarikan seni tradisional, Budaya Sunda," ucapnya.
Sementara orangtua Ajeng Mustikaning Phitaloka, Kustian Dermawan (56) mengatakan, seni tradisional yang sampai saat ini terus mengalami kemunduran, baginya akan terus diupayakan untuk bisa lebih hidup lagi. "Ajeng punya potensi. Sebagai orangtua kami sangat mendukungnya, untuk menjaga kesenian tradisional," ucapnya.
Ia berharap, selama anaknya bisa dan mau untuk melakukan apa yang di inginkannya sebagai orangtua akan mengupayakan untuk keberhasilannya kelak di waktu yang akan mendatang. "Tetap memelihara kesenian daerah, supaya bisa menjadi contoh bagi siswa yang lain," ucapnya (mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template