Sipon Cikaranggelam Jorok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Sipon Cikaranggelam Jorok

Sipon Cikaranggelam Jorok

Written By Mang Raka on Jumat, 02 Desember 2016 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - sipon sungai Cikaranggelam di Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Barat. Kecamatan Cikampek sudah diperbaiki. Namun dengan banyaknya sampah disekitaran pintu air mengakibatkan aliran sungai tersendat. Dikhawatirkan jika tidak segera dibersihkan sampah ini akan membendung arus sunagai hingga mengakibat banjir.

Sekertaris Desa Dawuan Tengah, Salmon Mustofa (33) mengatakan, upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi meluapnya sungai Cikaranggelam yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Cikampek, khususnya di Perum BMI I dan II, Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Barat. Pasalnya volume air cikaranggelam sering meluap akibat salurannya tersendat pada sipon yang bersebrangan dengan irigasi Tarum Timur di Desa Dawuan Tengah. "Pemerintah daerah sudah melakukan normalisasi terhadap sipon Cikarang Gelam dengan bekerjasama dengan PJT II dan balai besar wilayah sungai (BBWS)," Ucapnya kepada Radar Karawang, Kamis (1/12).
Mustofa menambahkan, akibat tersendatnya aliran sungai dipicu oleh banyaknya sampah yang datang bukan hanya dari dawuan saja, melainkan dari Kamojing di Desa Cikampek Pusaka dan Desa cikampek Selatan, pemerintah telah lakukan komunikasi agar warga di beberapa lokasi yang ada di sekitaran kali tidak melakukan pembuangan sampah terhadap aliran sungai, sehingga di sipon tidak ada lagi sampah yang menumpuk. "Pemerintah desa telah lakukan penanganan secara menyeluruh, atau lintas sektoral dengan bekerjasama antar desa, untuk penanganan sampah," ucapnya.
Mustofa mengatakan, tahun 2017 akan terus dilakukan upaya agar media sipon dapat diperluas dan juga di perdalam bertujuan agar seketika ada hujan yang lebih dari waktu 2 jam berturut-turut dan juga karena bukan hal itu saja melainkan adanya kiriman dari hulu kamojing, agar tidak terjadi muka air melebihi batas normal, agar tidak masuk terhadap pengungsian warga, Selama dua bulan terakhir belum ada banjir setelah di lakukannnya normalisasi, masyarakat tidak ada yang mengeluhkan untuk air sendiri, karena masyarakat sudah beralih menggunakan pompa air tidak menggunakan air sungai lagi, dalam satu tahun banjir sudah ada 2 kali namun tidak separah sebelum dilakukannnya perbaikan. "Normalisasi sudah dilakukan namun dengan keterbatasan anggaran, hal itu belum maksimal, tapi sudah 50% sudah dapat diminimalkan," ucapnya.
Sementara Menurut warga, Halimi (64) banjir dalam satu tahun sudah ada sebanyak 3 kali tapi dengan adanya perbaikan sungai banjir yang terjadi tidak parah seperti terjadi waktu lalu yang mencapai hidung orang dewasa. "Paling kalau hujan banjir cuman ada di jalanan doang sekarang mah," katanya.
Halim menambahkan, dirinya sudah selama 20 tahun tinggal di perumahan BMI 1, ada banyak perubahan yang terjadi mulai dari segi kebersihan lingkungan dan juga yanglainnya, beberapa waktu lalu di kali masih banyak binatang-binantang yang hidup seperti biyawak, ikan lele, jaer, apa lagi sapu-sapu itu banyak bisa di dapatkan di sugai Cikaranggelam, tapi sekarang paling yang tersisa hanya ular. "Diharapkan agar terus dilakukan perbaikan, agar masyrakat tidak ada lagi yang terkena banjir," ucapnya. (mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template