Polisi Bekuk Sindikat Curanmor Bersenpi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Bekuk Sindikat Curanmor Bersenpi

Polisi Bekuk Sindikat Curanmor Bersenpi

Written By Mang Raka on Selasa, 06 Desember 2016 | 00.23.00

KARAWANG, RAKA - Jajaran Polres Karawang meringkus 10 anggota sindikat pencurian bermotor (Curanmor) yang biasa beroperasi di Karawang dan Bekasi. Dari tangan mereka, polisi menyita 5(lima) pucuk pistol berikut peluru kaliber 6 dan 9 mm. 10 unit sepeda motor berbagai jenis ,  dua unit mobil serta beberapa set kunci letter T dan  5 buah kunci pelepas magnit.
Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra didampingi Waka  Kompol Irwansah, Kasatreskrim AKP Hairullah dan Kabag Humas AKP Marjani mengatakan,  kasus ini terungkap saat dua anggota Shabara Polsek Rengasdengklok ( Aiptu Nanang dan Brigadir Rosi) tengah melaksanakan patroli menghentikan pengendara yang tengah berbonceng tiga di Jalan Raya Bedeng Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Jumat(25/11) dinihari lalu.
"Saat diperiksa, pengendara( Herman)  tidak dapat memperlihatkan surat-surat kendaraannya dan mengakui motor honda beat yang mereka gunakan merupakan motor bodong.  Herman mengaku membeli motor tersebut  dari Juke warga Tanjung Mekar. Kemudian anggota Polsek Rengasdengklok bersama Satreskrim langsung melakukan penggerebekan dan penggeladahan ke rumah tersebut," kata Andi saat jumpa pers di markas Polres Karawang, Senin(5/12) kemarin.
Saat digerebek dan digeledah , petugas mengamankan lima pelaku dan menyita 5 pucuk pistol . Dua diantaranya jenis revoler(satu organik dan rakitan)  dan tiga  airsoft gun yang sudah dimodifikasi,  10 unit sepeda motor dan 2 unit mobil  berbagai jenis kunci leter T. Setelah dilakukan pengembangan lanjutan polisi kembali mengamankan 5 orang yang diduga sebagai penadah motor hasil kejahatan."Pemasok senpi tersebut termasuk pemilik senpi organik tersebut masih kita kembangkan. Kami juga sudah menyurati Mabes Polri untuk mengetahui identas pemilik senpi organik tersebut," terang Andi.
Andi mengatakan dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku melakukan kejahatan sebanyak 18 kali diwilayah Karawang. Pelaku juga mengaku melakukan kejahatan sebanyak 7 kali di wilayah hukum Bekasi. Bahkan salah satu kasus yang terjadi wilayah Bekasi kawanan curanmor ini mengaku menembak korbannya hingga tewas. Pelaku juga mengaku pernah melakukan penganiayaan kepada anggota Polres Bekasi saat menjalankan aksinya. "Dalam menjalankan aksinya kelompok ini cukup ganas dan nekat menganiaya korbannya jika melawan," katanya.
Pelaku juga pernah menembak Arie Hidayat (25), seorang petugas ronda malam karena  berusaha mengagalkan mereka  di sebuah rumah mewah yang sekaligus di jadikan tempat kos-kosan di Dusun Sukadana RT 02/01 Desa Pinayungan Kecamatan  Telukjambe Timur,  Rabu (27/7) dinihari lalu. Arie mengalami luka tembak  pada bagian pinggangnya sehingga dilarikan ke RSUD Karawang.
Sebelumnya, kawanan pelaku juga sempat menodongkan senpi kepada penghuni kos yang berlokasi di Jalan Malabar Perum Karang Indah Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Dari tempat kos-kosan tersebut, pelaku berhasil membawa tiga unit motor. Sindikat curanmor ini dikenal dengan sebutan kelompok Rengasdengklok. Lima diantaranya bertugas sebagai pemetik dan penadah. Kelompok pemetik masing-masing diketahui bernama Mohamad Robby Darwis(30) Warga Kampung Wates, Desa Karangmekar, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi,  Heri alias Bimo (36)  warga Desa Pasalakan Kecamatan Pasalakan Sumber Kabupaten Cirebon, Ahmad Gojali (37) warga Perum Mustika, Cijengkol, Setu, Bekasi Timur, Adianto (37) warga Kampung Bangkuan Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Muchtar  (36) warga Kampung Jatibaros, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Karawang.
Sedangkan kelompok penadah masing-masing, Ahmad ramdani alias Opol(27) warga Kampung Bangkuang   Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Wawan Setiawan alias Juke(31) warga Kampung Kaum Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat. Kemudian, Herman alias Kimung(30), Dindin alias Geyol(18) dan Aep saepudin alias Aep(25) ketiganya  warga Kampung Gulampok, Desa Randumulya, Kecamatan Pedes, Karawang.
"Kelompok pemetik  dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara dan Pasal 1 ayat (1) UU DRT No.12 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk kelima  penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman  5 tahun penjara," pungkas Andi.(ops)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Langsung di dor aja nich penjahat,..kan pernah bunuh orang tuch,...ga usah penjara2,..klamaan di dor sj langsung!

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template