Petani Tegal Luhur Jadi Penangkap Ikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tegal Luhur Jadi Penangkap Ikan

Petani Tegal Luhur Jadi Penangkap Ikan

Written By Mang Raka on Kamis, 08 Desember 2016 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani Kampung Tegal Luhur yang sawahnya terendam banjir mencoba bertahan hidup dengan menjadi penangkap ikan, dan menjualnya Rp 5000 hingga Rp 10.000 per kilogramnya. Dalam sehari rata-rata penangkap ikan mampu mengumpulkan uang hingga Rp 50.000.

Enduk (40) Ibu rumah tangga yang sawahnya terendam banjir menerangkan jika menjadi pencari ikan itu bukan sebagai mata pencaharian utamanya. Dirinya pun berharap agar secepatnya banjir surut dan kembali menjadi petani dan bisa secepatnya seperti petani di wilayah yang lain kembali menanam padi. "Kalau terus menerus seperti ini saya kemungkinan tidak bisa punya padi untuk ke depannya. Karena saya sampai saat in belum menyawah. Setiap hari pekerjaan saya menangkap ikan," ucapnya, seraya mengatakan ikan betrik, jenis ikan yang ditangkapnya juga lele dan udang.
Hal senada diungkap Sajuk (44), petani yang juga jadi penangkap ikan. Dia mengeluhkan jika pekerjaan menangkap ikan bukan merupakan keahliannya, tapi karena musibah banjir maka dengan semampu dirinya untuk bisa dapatkan ikan agar tetap bertahan hidup karena selain dari pekerjaan bertani dirinya kesulitan.
"Luas tanah saya sekitar 1 hektare kini dijadikan lahan mencari ikan. Bukan cuma saya tetapi juga petani lain seperti saya yang sawahnya terkena banjir," ucapnya.
Kendati begitu Sajuk tetap berharap pemerintah agar bisa memperhatikan nasib petani di Kampung Tegal Luhur agar secepatnya bisa kembali melakukan aktivitas bertaninya.
Sajem (37) petani lainnya, mengatakan jika mencari ikan seperti adu peruntungan karena tidak setiap hari bisa mendapatkan ikan banyak. Bahkan dirinya pun menjelaskan jika pernah dalam satu hari tidak ada satu ekor ikan pun yang bisa ditangkap. Dan hal itu sering dirasakan para pencari ikan lainnya. "Kadang tidak setiap hari kami mendapatkan ikan. Bahkan tidak ada satu ikan pun yang kami dapatkan, itu sering terjadi. Sehingga kami terpaksa mengerjakan hal yang lain seperti mencuci pakaian dan seterika dari warga yang membutuhkan tenaga kami agar bisa mendapatkan uang," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template