Petani tak Ikhlas Wadah Penyuluh Dilebur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani tak Ikhlas Wadah Penyuluh Dilebur

Petani tak Ikhlas Wadah Penyuluh Dilebur

Written By Mang Raka on Rabu, 14 Desember 2016 | 15.30.00

-Ganggu Program Pertanian yang Sudah Berjalan

TELAGASARI, RAKA - Meleburnya lembaga penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan dalam hal ini BP3K ke Dinas Pertanian sebagai amanah UU Nomor 23 tahun 2014, belum sepenuhnya diterima petani. Pasalnya, selain kiprah penyuluh dianggap sukses membentengi lembaga tani hingga ke pelosok desa 6 tahun terakhir, peran mereka juga sangat sentral dan menjadi paru-paru penyokong produktivitas pertanian di Karawang.
Salah seorang Ppetani, Wardi (50) mengatakan, dirinya tidak ikhlas jika lembaga penyuluhan yang menjadi wadah musyawarah dan konsultasi pertanian ini dilebur. Meskipun tidak mengurangi peran dan wewenang penyuluh dalam tugasnya, namun tetap saja ada yang dipangkas setelag sukses selama 6 tahun terakhir. Jika kembali kepada dinas dengan status Petugas Pertanian Lapangan, kesannya akan selalu menjadi bawahan dibawah kendali UPTD. Padahal selama ini penyuluhlah yang memfasilitasi keperluan yang dibutuhkan petani, mulai pupuk, tanam padi, pertumbuhannya hingga urusan produksi.
Baginya, silahkan BP4K dilebur, tapi jangan menghilangkan BP3K di tingkat kecamatan dan jangan menjadikan kantor-kantornya menjadi kosong dilempar ke instansi lain meskipun sama-sama aset daerah. "BP3K itu wadah musyawarah kami, selama ini kita dicerdaskan lewat kelembagaan itu, kalau ditiadakan kemana induk kami?," kata dia.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karawang, Enjam Djamsir mengatakan, peleburan ini memang amanah UU, dirinya memandang tidak masalah jika BP4K di tingkat kabupaten masuk kembali ke Dinas Pertanian, tetapi, khusus BP3K ditingkat kecamatan, ia sarankan jangan dibubarkan begitu saja. Dengan tujuan impelemntasi kegiatan di lapangan tidak terganggu. Sementara urusan organisasi petani hirarkinya dari desa sampai nasional juga masih tetap ada. Namun tidak ideal jika tanpa pedampingan dan peran serta BP3Knya. Apalagi, kedepan, kabarnya 1 UPTD membawahi 5-6 kecamatan, sementara fungsi UPTD sendiri belum dipahami jelas. Ia kritisi bagaimana bisa optimal jika keberadaannya kurang terjangkau petani. "BP4K dilebur gak masalah, tapi jika BP3K dihapus juga, ini mengancam pertanian kita," sesalnya.
Terpisah, Kepala BP3K Telagasari, Zenal Syarief mengatakan, BP3K selama ini sukses membangun kemitraan dan memfasilitasi Kelembaagaan Tani KWT, Poktan, Kelompok Tani Hamparan dan Unit Usaha Pelaksana Jasa yang sudah terbentuk selama 6 tahun terakhir. Baginya, dilebur atau tidak BP3K tidak menjadi soal. Tapi yang dikhawatirkan, kelompok tani tidak ada yang membina. Meskipun peran dan fungsi kepenyuluhan tetap ada dan sama saja, tetapi statusnya hanya petugas, akan menurunkan image kepercayaan petani kepada para penyuluh kedepannya.
BP3K sebut Zaenal, adalah tempat musyawarah PPL dan kelompok tani. Karena dalam 1 kecamatan saja terdapat lebih dari 100 kelompok, ini semua harus diberikan informasi pembinaan yang baik. Dirinya tidak mengharapkan, kedepan kantor-kantor BP3K diolah-alih kepada instansi-intansi lainnya di luar pertanian. Bagus dan tidaknya sektor pertanian setelah peleburan kelembagaan penyuluh ini, bisa dilihat satu tahun berjalan nantinya. "Dilebur atau tidak, kita sih tidak bingung, cuma petani ini nginduknya kemana nanti?" tanya dia. (rud)


Sukses Penyuluh di Mata Petani:

• Fasilitator

-Pembentukan Kelompok tani (Poktan)
-Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT)
-Pembentukan Kelompok Tani hamparan
-Unit Usaha Pelaksana Jasa (UPJ)
-Kemitraan BUMD (PT Pupuk Kujang)


• Hasil Penyuluhan

- Produksi Pertanian meningkat
- Menjembatani program tanam padi
- Wadah konsultasi/sekolah petani

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. ah...bisa aja........dan biasa aja.....klu dulu memang bener ...klau sekarang ..mana ada ppl terjun ke sawah..... klu ada proyek baru mau turun......

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template