Petani Khawatirkan Gabah Hitam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Khawatirkan Gabah Hitam

Petani Khawatirkan Gabah Hitam

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Desember 2016 | 18.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani Kampung Blok Calung, Desa Karangmulya, Kecamatan Telukjambe, mengeluhkan sawah mereka dipenuhi sampah rumah tangga yang dibuang warga ke sungai dan lahan-lahan kosong. Sampah itu terbawa air hujan dan mengalir ke sawah melalui saluran-saluran air.

Seperti dituturkan Warga Kampung Nyangkokot, Desa Karang Mulya, Ening, Jumaat (9/12) dirinya sudah capek hampir setiap hujan memunguti sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya yang terhampar di sawahnya sebelum bekerja. "Capek juga kalau setiap hari saya mesti bersihkan sawah. Pekerjaan saya di rumah malah terbengkalai. Dugaan saya yang buang sampah di sungai kurang menyadari kalau dampaknya malah kena sawah saya. Harapan saya pemerintah desa bisa memberikan informasi agar jangan lagi ada warga buang sampah sembarangan," ketusnya, seraya menambahkan jika dibiarkan sampah terus memenuhi sawah maka kualitas padi akan jelek.
Sementara Raam, tokoh masyarakat, Desa Karangmulya menyesalkan atas perbuatan buang sampah sembarangan yang berakibat sawah petani terkena imbasnya. Dirinya mengatakan sudah dua bulan berkutat dengan permasalahan sampah. "Dampaknya padi nanti ketika panen akan berwarna hitam dan berbau oleh sampah. Pengalaman saya yang sudah-sudah seperti itu. Kalau didiamkan dan tidak dibersihkan oleh kami maka panen sekarang malah padi akan mubazir oleh keberadaan sampah," tegasnya.
Sementara di tempat berbeda Oom (27) pemilik warung menangkis tudingan kalau sampah warung miliknya sering dibuang di saluran air yang mengarah ke areal pertanian. Dirinya menjelaskan bahwa sampah yang ada bukan saja dari satu atau dua orang melainkan sudah menjadi kebiasaan sampah di buang ke saluran sungai. "Makanya saya menampik karena saya punyai tong sampah sendiri dan jika penuh saya bakar. Perihal sampah bukan saja satu atau dua orang pak yang biasa buang sampah. Kalau saya lihat hampir setiap hari mereka yang tidak punya tempat sampah buang sampahnya ke sungai. Saya sih pengen nya orang lain pun seperti saya memiliki tong sampah agar sampah tidak menjadi penyebab kerugian petani," tutupnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template