Petani Ikhlas Dibayar Murah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Ikhlas Dibayar Murah

Petani Ikhlas Dibayar Murah

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 14.00.00

-Agar Dapur Tetap Ngebul

KUTAWALUYA, RAKA- Panasnya terik matahari tidak menyurutkan semangat para petandur asal Dusun Pangasinan Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya untuk tetap bekerja. Kendatipun dengan upah pas-pasan, pejuang rumah tangga ini tetap melaksanakan tugasnya demi memenuhi kebutuhan dapur.
Kepala rombongan tandur Maskam mengatakan sebanyak 32 orang petandur yang berada di bawah naungannya mendapat upah sebesar Rp 900.000/hektare. Upah minim tersebut menurutnya memang jauh berbeda dengan gaji karyawan perusahaan, namun ia mengaku tidak banyak petandur yang memprotes masalah upah. Mengingat jenjang pendidikan dan keahliannya yang dirasa kurang mumpuni. "Setiap orang itu minimal mendapatkan upah kurang dari Rp 30.000/hari, tapi alhamdulillah tidak banyak yang mengeluh. Mungkin mereka sadar dengan kemampuan dan keahliannya," katanya kepada Radar Karawang Kamis (22/12) kemarin.
Dengan upah kurang dari Rp 30.000, sambung maskam, petandur harus menghabiskan waktunya seharian di sawah. Selain harus menghadapi panasnya terik matahari, juga harus berkotor-kotoran dengan lumpur. Namun ia mengaku aneh dengan tindakan karyawan kantor ataupun buruh perusahaan yang suka demo menuntut kenaikan gaji. Padahal kalau dibandingkan dengan kuli tandur uangnya jauh lebih besar berkali-kali lipat. "Aneh saya mah sama karayawan perusahaan, padahal gajinya udah gede, tapi tetep aja banyak demo dan menuntut kenaikan gaji," ujarnya.
Esih petandur asal Dusun Pangasinan menambahkan, ia mengaku kuli tandur merupakan pekerjaan yang mulia, pasalnya tanpa kehadiran kuli tandur, seluruh warga masayarakat Indonesia tidak akan merasakan nikmatnya makan nasi. Selain itu petandur juga tidak pernah melancarkan aksi demo dan penuntutan masalah upah. "Aneh aja sama karyawan yang sering demonstran, dengan gaji UMR Kabupaten Karawang yang begitu besar, masih aja merasa kurang," pungkasnya. (mg3)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template