Pertigaan Interchange Karaba Rawan Laka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pertigaan Interchange Karaba Rawan Laka

Pertigaan Interchange Karaba Rawan Laka

Written By Mang Raka on Jumat, 16 Desember 2016 | 11.00.00

*Dishub Didesak Pasang Lampu Merah

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Desakan agar Pertigaan Interchange Karawang Barat dipasang lampu merah kembali dikemukakan. Terlebih, selain kondisi ruas jalan tersebut ramai kendaraan dan merupakan jalur cepat, pertigaan itupun merupakan jalur penting lalulintas ke arah wilayah Telukjambe, disamping memang rawan kecelakaan serta kemacetan.

Hampir setiap hari kendaraan harus mengantre hingga puluhan meter ketika hendak memasuki kawasan Perumnas menuju ke arah jalur rumah sakit umum daerah. Ditambah lagi dengan kondisi pagi atau sore intensitas kendaraan padat. Maka untuk pengaturan lalulintas di jalur itu dibutuhkan rambu lalulintas.
Tidak jarang antrean dengan kendaraaan baik dari arah dan menuju ke wilayah tersebut mengakibatkan antrean panjang hingga ke pintu masuk kawasan. Terutama pagi dan sore hari, karena berbarengan dengan karyawan dari kawasan industri pulang dan pergi. Belum lagi di pertigaan tersebut karena kurangnya marka jalan, kendaraan umum yang berhenti sembarangan pun memicu kemacetan.
Seperti diungkapkan sopir minibus, Alek (32),  pertigaan Intercange Karawang Barat sering membuat kemacetan. Kadang kemacetan hampir setiap hari terjadi baik pagi dan sore. Dirinya berharap pemerintah bisa memasang lampu penyetopan agar lebih lancar. Alex juga mengeluh karena jalan tersebut merupakan jalan utama warga beraktivitas. "Dua bulan sebelumnya hampir setiap hari saya kerja terlambat, akhirnya saya menggunakan motor. Kalau menurut saya memang selain pertigaan tidak ada lampu merah juga kadang bus pengangkut karyawan dan mobil umum sering ngetem disana jadi bikin macet juga," kesalnya.
Lain lagi dengan Anjar (40), kendaraan yang mau masuk ke arah Perumnas kadang suka main masuk saja. Malah tidak sedikit yang tidak mau mengalah membuat macet juga. "Kendaraan yang mau masuk dan keluar dan tidak mau mengalah bikin macet juga malah kadang itu yang bikin macet. Saya bingungnya kadang pak ogah juga suka tidak mau mengalah dan memilih yang mau mengasih uang baru diparkirin," tukasnya.
Sementara di tempat berbeda, Tias (37), pemilik warung menyampaikan jika volume kendaraan yang meningkat dan fasilitas penunjang kurang membuat kendaraan macet. Terlebih selain itu pintu masuk dan keluar tol juga ketika sore hari mengalami kepadatan dan memicu kemacetan tidak bisa dihindarkan. "Bisa jadi solusi jika lampu lalu lintas itu bisa disediakan dan dibangun karena akan lebih tertib di banding diatur pak Ogah. Memang jika di pagi dan sore hari pihak kepolisian pun mengatur tapi kan siangnya mereka tidak ada," terangnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template