Pencemar Kalimati Belum Ditahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pencemar Kalimati Belum Ditahan

Pencemar Kalimati Belum Ditahan

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 13.30.00

- WPLHRI Pertanyakan Sikap Kejaksaan

PURWAKARTA,RAKA - Ketua Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup Republik Indonesia (WPLHRI), Teddy M Hartawan mendesak aparat terkait, dalam hal ini Kejari Purwakarta, melakukan penahanan terhadap terdakwa pencemaran lingkungan Rawa Kalimati di Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao.
Menurut Teddy, terlepas dari upaya hukum (kasasi) yang mungkin tengah ditempuh oleh PT. IBR yang diwakili oleh warga negara India bernama Signath Agarwalla, sebagai Direktur Keuangan PT IBR, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai penghasil limbah B3 tidak melakukan pengelolaan sebagaimana ditentukan oleh undang-undang. "Dasarnya sudah jelas, putusan banding Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 240/Pid.B/LH/2016/PT.BDG," katanya, Kamis (22/12).
Teddy menambahkan, permasalahannya sudah bukan kontek penyidikan lagi, ini sudah putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat. Walaupun belum inkrah, pihak kejaksaan punya kewenangan untuk menahan terdakwa dengan alasan-alasan tertentu. "Apalagi dalam hal ini sudah ada putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 240. Nah, untuk eksekusi denda dan clean up Rawa Kalimati, mungkin bisa menunggu keputusan kasasi. Jangan sampai seperti yang terjadi sebelumnya, warga negara India yang diduga melakukan hal yang sama terhadap Kalimati, kabur entah kemana," tuturnya.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Purwakarta, Azwar Hamid mengatakan, hal itu bukan lagi kewenangan pihak Kejari Purwakarta. "Itu sudah domainnya Mahkamah Agung, silahkan konfirmasi ke MA," ujarnya, melalui sambungan seluler, Kamis (22/12).
Sementara, GM PT. IBR, Eko Nugroho saat dikonfimasi, lebih banyak mengatakan tidak tahu terkait permasalahan yang menjerat perusahaannya. "Kalau upaya hukum, logikanya perusahaan pasti melakukan kasasi. Untuk hal lainnya, saya tidak mengetahui dengan jelas," singkatnya melalui seluler.
Sebelumnya, vonis banding Pengadilan Tinggi Jawa Barat pada 2 November 2016 lalu, dengan Hakim Ketua Edi Widodo, Hakim Anggota Hanifah Hidayat Noor dan AA Anom Hartadinata menyebutkan bahwa PT IBR yang diwakili oleh warga negara India bernama Signath Agarwalla, sebagai Direktur Keuangan PT IBR terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencemaran lingkungan hidup. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim, menghukum terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan, pidana denda sebanyak Rp 1,5 miliar. Dengan ketentuan, apabila pidana denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.
Perusahaan yang berdomisili di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao itu, divonis bersalah melakukan tindak pidana lingkungan sebagaimana diatur dalam Pasal 103 juncto Pasal 116 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) juncto Pasal 64 KUH Pidana.
Adapun vonis hakim banding lainnya yakni pidana denda sebesar Rp 1.5 miliar serta menghukum terdakwa dengan pidana tambahan yakni membersihkan limbah B3 yang saat ini tertimbun di rawa Kalimati sehingga kedalaman rawa Kalimati kembali seperti sediakala. Terdakwa juga harus memberikan laporan berkala pada BLHD Purwakarta dengan melibatkan sejumlah laboratorium. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template