Pemkab tak Manusiawi Perlakukan Guru Ngaji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab tak Manusiawi Perlakukan Guru Ngaji

Pemkab tak Manusiawi Perlakukan Guru Ngaji

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 13.00.00

-Gaji Setahun Sekali, Rp 1,3 Juta Dibagi 6 Orang

TEMPURAN, RAKA - Mayoritas berpenduduk muslim, belum berarti Pemkab Karawang pro terhadap tokoh-tokoh agama di Karawang. Pasalnya, keterbatasan anggaran para pendidik santri di Diniyah Taklimiyyah Awaliyah (DTA) dan guru ngaji dari Kementrian Agama (Kemenag), masih belum menjadi prioritas Pemkab untuk memperbesar volume honor dan kelancaran distribusi.
Kepala DTA di Desa Tempuran Ustad Effendi mengatakan. Miris jika pemkab mengalokasikan honor guru DTA dan guru ngaji dengan besaran Rp 1,3 juta pertahun. Kadang-kadang itu pun hanya satu guru saja dalam 1 DTA, sehingga dari nominal Rp 1,3 juta itu dibagi 6 guru DTA lainnya.
Parahnya juga, besaran itu sama dengan guru ngaji, padahal jika dilihat, guru DTA ini jenjang waktu belajar lebih lama dan mengajar di jam-jam kerja. Sementara guru ngaji selain waktu mengajar yang sebentar juga di waktu istirahat sore hari.
Selain itu, infrastruktur DTA bahkan baru-baru ini Taman Pendidikan Quran (TPQ), sarana prasarannya masih belum layak. Makanya ia mempertanyakan dimana letak perhatian pemkab pada pendidikan agama di Karawang. "Honor dari Pemkab Rp 1,3 juta itu 1 DTA cuma 1 guru saja. Sementara dalam satu DTA jumlah guru ada 6 orang. Di bagi-bagi lagi, mana perhatian Pemkab di bidang keagamaan selama ini," tanya dia.
Ketua BPD Desa Tempuran Rohman Napidinata S.pd mengatakan, naif sekali Pemkab dan DPRD yang keluarkan Perda Nomor 11 Tahun 2011 soal wajib DTA, tapi Pemkab sendiri meninggalkan peran-perannya atas hak yang seharusnya dimiliki DTA. Kabupaten Subang sebutnya, walaupun nominalnya tidak jauh beda dari Karawang, guru ngaji dan guru DTA itu diberi insentif rapi setiap bulan beda dengan Karawang. Sudah insentifnya sedikit, dibagikannya setahun sekali jelang Idul Fitri, tidak merata pula.
Padahal, Karawang ini mayoritas muslim, namun besaran dan distribusinya belum manusiawi. Dirinya yakin, Karawang sebenarnya bisa namun masih perlu banyak dorongan, termasuk dari para anggota legislatif. "Subang saja bisa perbulan dibagikan, Karawang setahun sekali, apakah manusiawi? " kecam dia.
Lebih kauh Rohman mengatakan DTA dan segala bidang keagamaan memang menginduknya ke Kementrian Agama. Apakah tidak boleh APBD kabupaten volumenya diperbesar untuk pembangunan fisik sarana prasarana yang sampai saat ini masih banyak terbengkalai. Diharapkannya agar aspirasi DPRD dan sumber lainnya lebih diperbanyak untuk sarana lembaga pendidikan agama tersebut volumenya.
Jika tidak dimulai perhatiannya pada DTA dan Guru ngaji, Pemkab hendak menunggu kapan lagi? karena, kata dia, harus selaras mensinergiskan antara pembangunan sarana dan mental SDM-nya. "Jika tak kunjung diperhatikan, betapa mundurnya pendidikan keagamaan di Karawang ini," ucap pria kelahiran Solo ini.
Kades Tempuran Zaenal mengaku prihatin jika pendidikan agama masih kurang dapat perhatian serius dari Pemkab. Desa sebutnya, mengandalkan Iuran Rutin Desa (IRTD) saja cukup keteteran untuk membiayai puluhan guru ngaji di desa. Ada Dana Desa sebut Zaenal, tapi plotingnya masih simpang siur harus kemana. Apakah boleh ke DTA, TPQ atau honorarium guru ngaji ataukah tidak boleh. Ada uang tapi bingung porsinya, ini yang menjadi kegamangan desa.
Jika diizinkan untuk honorarium dana desa Rp 50 jutanya untuk guru ngaji misalnya, dirinya akan lebih besryukur. Persoalannya, tidak ada izin dari BPMPD kearah itu karena pos untu  pendidikan saja dari dana desa, pengajuannya masih bolak balik ke BPMPD untuk perizinan. "Andai dana desa bisa untuk honorarium guru ngaji, kita bersyukur banget, masalahnya uang ada tapi porsi yang ditetapkan juga belum jelas," keluh dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template