Pedagang Pasar Anyar Tolak Investor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pedagang Pasar Anyar Tolak Investor

Pedagang Pasar Anyar Tolak Investor

Written By Mang Raka on Selasa, 06 Desember 2016 | 12.00.00

-Pola BOT Dianggap Merugikan

KARAWANG, RAKA - Pedagang Pasar Anyar Cikampek yang terhimpun dalam organisasi Himpunan Pedagang Pasar Anyar Cikampek (HIPPA) medesak Pemerintah Kabupaten Karawang dengan menemui Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari, agar tidak melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dengan pola Build Operate Transfer (BOT), dalam mengelola Pasar Anyar.
Ketua HIPPA Cikampek H Muhamad Ridwan mengatakan, jika BOT bisa memicu ketidakkondusifan Pasar Cikampek. Terlebih tanah yang ada di pasar merupakan milik para pedagang, bukan milik pemda. Belum lagi semua pasar di Karawang yang di BOT kan cenderung tidak baik  dalam pengelolaan, maupun kaitan dengan retribusi. "Kita mengajukan penolakan BOT, kemudian minta adanya perbaikan sarana dan prasarana pasar yang sudah rusak diperbaiki," ujarnya kepada Radar Karawang, Senin (5/12).
Lebih lanjut dia menyampaikan, pemerintah daerah harus melihat hasil yang sangat jelas. Dimana semua pasar yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan pola BOT hasilnya gagal. Disamping di internalnya yang selalu ribut, retribusi yang harus didapat oleh pemda untuk peningkatan PAD. juga selalu menjadi persoalan. "Seperti Pasar Pemda, Pasar Plaza, Pasar Gudlay juga selalu menjadi masalah. Kalau seperti itu, yang menjadi korbannya adalah para pedagang," ujarnya.
Itu yang sangat tidak diharapkan oleh para pedagang, karena beberapa pedagang di Pasar Anyar juga ada yang beli kios di Pasar Gudlay dan Pasar Pemda. Sampai saat ini tidak ada kejelasan bagi mereka, terkait kepemilikian kios secara resmi. Padahal para pedagang sudah mengeluarkan uang. "Apalagi HGB nya (Pasar Anyar) sampai 2035, bahkan ada yang sudah sertifikat pribadi sekitar 18 orang (pedagang). Untuk jumlah keseluruhan kios yang ada di Pasar Anyar sekitar 300 lebih. termasuk yang dibangun di atas tanah PT KAI," paparnya.
Sedangkan untuk kondisi konstruksi bangunan pasar 80 persen masih baik. Hanya saja, kata Ridwan, akses jalan menuju pasar banyak hambatan. Mulai dari jalan yang becek, drainase buruk, termasuk terhalang oleh para PKL yang menutupi kios yang ada di pasar.
"Kami ingin perbaikan sarana dan prasarana yang rusak juga. Soal PKL yang ada diluar, sebenarnya kami pedagang yang ada didalam dirugikan. Karena kami resmi membayar retribusi, tapi konsumen terhalang oleh PKL," paparnya.
Sementara Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari akan menindaklanjuti permintaan para pedagang di forum resmi, dengan menghadirkan instansi terkait pada Selasa (6/12). "Buat apa kita BOTkan, kalau pedagang siap bayar retribusi lebih tinggi. Tapi itu nanti dibahas besok yah, sama OPD terkait," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, penataan pasar memang menjadi agenda besar pemerintah daerah. Terutama penataan Pasar Cikampek dan Pasar Rengasdengklok. Tetapi masih belum ditentukan bagaimana langkahnya. "Penataan Pasar Cikampek dan Pasar Rengasdengklok itu merupakan agenda besar pemda yah," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template