Pajero Maut Tabrak Motor dan Pedagang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pajero Maut Tabrak Motor dan Pedagang

Pajero Maut Tabrak Motor dan Pedagang

Written By Mang Raka on Senin, 19 Desember 2016 | 19.32.00

-2 Tewas, 6 Luka-luka

KARAWANG, RAKA - Warga Kampung Pakuncen RT 02/07, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Sabtu (17/12) sekitar pukul 15.30 WIB, mendadak geger dan murka setelah mengetahui dua warga setempat, menjadi korban seruduk mobil rental Mitsubishi Pajero Sport B 1046 FJD milik CV Sekawan Putra Sejahtera, yang dikemudikan Nurafan (18) warga Perum Karaba Indah Ruko 01 RT 10/09, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur.
Dua warga yang tewas sebelum sempat mendapat perawatan, yaitu Mamat (45) pedagang Pop Ice dan sosis goreng, serta Cinta Salwa Algan Putri (5) yang saat itu tengah membeli sosis goreng. Sedangkan Mancih (17), Neni Kaswati, (35) dan Awang (5), juga warga setempat menderita luka ringan. Demikian pula, Yulianti (19) pengendara Yamaha Fino yang tengah membonceng Hamzah (2) dan Samiyem (54), warga Jalan pandu Blok B 313 Perumnas Telukjambe, juga menderita luka ringan.
H. Endi (54) warga setempat ketika ditemui Radar Karawang Minggu (18/12) kemarin mengatakan, sebelum menabrak Mamat dan Salwa hingga tewas, mobil tersebut sudah terlebih dahulu menyenggol seorang pedagang mie ayam di depan tukang beras (sekitar 100 meter sebelum TKP terakhir). Kemudian, mobil tersebut kembali menyenggol motor, dan terakhir menabrak pohon kiserut dan terbalik ke kiri hingga menutupi badan jalan. "Mobil itu jalan sangat kencang, dan saya perkirakan kecepatannya diatas 80 kilometer/per jam," kata dia.
Sentot (48) yang merupakan kakak ipar korban menambahkan, usai menyenggol Yamaha Fino, itu terutama setelah melewati polisi tidur pertama, mobil itu terlihat terbang saat melewati polisi tidur kedua. Kemudian, mobil itu berjalan di pinggir kiri jalan dan menabrak motor bebek matik yang tengah membawa tabung gas kosong. "Habis itu langsung nabrak Mamat dan Salwa. Mobil itu juga menabrak gerobak dan menabrak pohon kiserut, kemudian mental ke belakang hingga akhirnya terbalik," katanya.
Jujur, lanjut Sentot, semula dirinya menduga pengemudi mobil tersebut pencuri mobil, atau sopir yang lagi mabuk karena memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. "Belakangan ketahuan sopir itu lagi mabok," lanjutnya.
Imas (33) istri korban Mamat, juga menduga sopir tersebut mabok karena mengkonsumsi narkoba. "Waktu polisi mengamankan tasnya, anak narkoba katanya. Tapi saya sendiri tidak melihat isi tas maupun bentuk narkoba itu," ucapnya.
Ketua Gibas Telukjambe Timur Endang E Suharyono (57) mengatakan, beberapa menit setelah kejadian, dirinya mendapat informasi dari salah seorang pengendara yang melintasi depan rumahnya. Tanpa menunggu waktu lama, ia pun bergegas mengendarai Avanza biru B 8634 YN ke lokasi tempat kejadian perkara. "Begitu sampai di TKP, saya sudah melihat seorang pemuda yang berlumuran darah dipukulin warga. Saya langsung mencegah aksi amuk massa tersebut, dan memasukan pemuda tersebut ke dalam mobil," katanya.
Endang yang akrab disapa dengan panggilan Mantri Yono ini menambahkan, saat itu Nurafan masih terjebak di dalam mobil. Ia pun langsung memecahkan kaca sebelah kanan (samping kemudi) dan langsung menarik sopir maut itu keluar. Warga yang sudah emosi, sambung Yono, nyaris menghakimi anak pengusaha angkutan itu. "Saya hampir ribut dengan warga setempat. Makanya, untuk menghindari emosi aksi amuk massa, pemuda tersebut saya amankan ke rumah saya bersama Pak Subagyo anggota Polsek kota," kata Yono.
Namun, jumlah massa yang marah semakin banyak dan mereka berusaha menghakimi pemuda itu. Sejumlah warga terlihat membawa balok, batu dan senjata tajam lainnya berteriak agar sopir Pajero itu dibawa keluar. "Setelah berlangsung selama 30 menit dan situasinya semakin mengkhawatirkan, pemuda tersebut kembali saya masukkan ke dalam mobil menuju parkiran dalam pemancingan Ajo. Dari sana saya telepon Pak Mulyono Polsek Telukjambe Timur. Mereka akhirnya saya serahkan," terang Yono.
Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra melalui Kasubag Humas AKP Marjani membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya belum mengetahui apakah yang bersangkutan dalam pengaruh obat atau tidak, saat mengemudikan mobil. "Berdasarkan keterangan Kanit Laka Iptu Sabar, pengemudi tidak dalam keadaan mabok," katanya.
Meski diduga mengemudikan mobil karena pengaruh narkoba, polisi belum melakukan tes urine. "Menurut Kanit Laka, yang bersangkutan tidak perlu dites karena orangnya sehat," kata Marjani.
Ia menambahkan, tersangka usai menyenggol pedayang mie ayam langsung panik, sehingga kecepatan mobil semakin tinggi. "Tersangka menyangka nginjak rem ternyata malah injek gas," lanjutnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, penyidik telah mengamankan tersangka dan menyita mobil, STNK termasuk SIM milik tersangka. "Tersangka dijerat dengan pasal 310 ayat 4 Undang undang No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan angkutan Jalan Raya dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," kata Marjani. (ops)

Berbagi Artikel :

4 komentar:

  1. Apa cuma 6 tahun penjara?! Seharusnya seumur hidup karena telah menghilangkan nyawa orang lain.

    BalasHapus
  2. Tewak weh bos, nyawa d bayar nyawa...kecuali mau tanggungjawab silahkan...jangan tebang pilih gara" ada ormas..

    BalasHapus
  3. Nu maot katabrak dulur salembur kuring...kayanya yg nyupir niat mo kabur jd nya panik

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template