Pabrik Lio Disarankan Gunakan Cerobong Asap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pabrik Lio Disarankan Gunakan Cerobong Asap

Pabrik Lio Disarankan Gunakan Cerobong Asap

Written By Mang Raka on Jumat, 16 Desember 2016 | 16.00.00

PANGKALAN, RAKA - Asap hitam pekat yang diproduksi pabrik-pabrik pembakaran batu kapur kembali menuai keluhan. Bukan saja jadi pemicu membengkaknya jumlah penderita penyakit ispa tetapi juga membuat jarak pandang terbatas sehingga memicu terjadinya kecelakaan.

Menghadapi persoalan tersebut, pemerintah sendiri seperti sudah kehabisan akal. Padahal berbagai polemik dari limbah asap yang terjadi justru malah membuat masyarakat terutama pengguna jalan dirugikan. Padahal upaya yang jelas adalah jika pengelolaan limbah asap bisa saja dilaksanakan maka pengguna jalan tidak akan menjadi korban.
Harapan warga terutama pengguna jalan, pabrik-pabrik tersebut jika miliki cerobong asap maka asap justru tidak akan membatasi jarak pandang pengguna jalan. Hanya saja hingga saat ini belum ada satu pun pengusaha pembakaran batu menyadari agar bisa membangun cerobong guna minimalisasi limbah asap tutupi jalan.
Nana (47), warga Kampung Kadumungkus, Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru menyampaikan jika pemerintah setempat bisa mengajak para pelaku usaha tersebut agar membangun cerobong asap. Sehingga asap yang dihasilkan dari produksi batu kapur itu akan jauh lebih aman dibuang ke atas. "Agar semua sinergis maka wajar pemerintah kecamatan saja dulu yang mengingatkan dengan mengajak pemilik lio mau berkoordinasi dan membicarakan supaya pabrik-pabrik itu ada cerobong asapnya. Saya yakin pasti ada solusi bersama yang jauh lebih baik. Saya juga sesalkan sudah hafal jika asap cukup mengganggu pengguna jalan tapi pemerintah seperti tidak berdaya," ungkapnya.
Senada itu, Jarot (30) pengguna motor yang juga mengeluhkan asap pembakaran kapur menyampaikan jika melintasi wilayah pabrik hawa sesak oleh debu asap menyengat hingga tak jarang buat konsetrasi bawa kendaraan sedikit terganggu. Dirinya pun menegaskan jika persoalan asap bukan kali pertama yang masyarakat atau pengguna jalan keluhkan. Dirinya menganggap pemerintah tidak serius sikapi persoalan tersebut hingga kini belum ada solusi konkrit atasi persoalan itu.
"Seperti kehilangan akal menyikapi permasalaha asap hasil limbah pabrik batu kapur. Memang sejauh ini yang saya tahu belum ada korban cuma ekses menuju kecelakaan cukup terbuka. Coba bayangkan kalau tengah ada angin menuju ke arah jalan maka asap tebal tutupi jarak pandang kita yang bisa akibatkan kendaraan kita berbenturan. Apalagi di jam-jam rawan seperti subuh dan magrib," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Selaku warga Karawang ingin memberi masukan, bahwa untuk pengembangan lbh
    lanjut daerah wisata di Karawang-selatan sangat ditentukan oleh koridor jalan akses menuju lokasi wisata disana. Daerah Pangkalan adalah merupakan pintu gerbang menuju obyek wisata tsb, yg harus membawa daya tarik para tamu dari luar daerah khususnya..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template